BANDUNG, INSERTRAKYAT.COM — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan, sekitar 80.000 warga Jawa Barat belum memperoleh akses listrik hingga 2026. Pernyataan itu disampaikan dalam pidatonya saat upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Provinsi Jawa Barat.

Upacara tersebut berlangsung di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (17/8/2026). Dalam pidatonya, Gubernur Dedi juga menyebutkan jumlah warga yang belum memperoleh akses listrik telah turun dari lebih 500.000 warga ketika dirinya mulai menjabat pada 2025.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan seluruh warga yang belum memperoleh akses listrik dapat terlayani pada 2027. Dedi juga menyampaikan permohonan maaf karena pemerintah belum menyelesaikan seluruh persoalan layanan dasar.

Akses listrik menjadi salah satu pekerjaan pemerintah daerah yang masih ditargetkan selesai.

Selain membahas akses listrik, Dedi juga menyampaikan alasan penempatan masyarakat pekerja di area VIP dalam upacara tersebut.

Kursi VIP yang biasanya ditempati pejabat dan tamu undangan diisi petani, nelayan, pengemudi ojek online, hingga pekerja bangunan.

Pemandangan tersebut terjadi saat upacara berlangsung pada Senin (17/8/2026). Setelah upacara selesai, perhatian publik terhadap penempatan masyarakat pekerja tersebut terus berlanjut dan kembali ramai diperbincangkan pada Selasa (18/8/2026).

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut penempatan masyarakat tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada masyarakat yang bekerja di berbagai sektor. Pekerja bangunan juga disebut terlibat dalam penyelesaian pembangunan kawasan Gedung Sate.

“Kami menyampaikan permohonan maaf pada saat ini kami berada di luar arena tenda VIP karena tenda VIP hari ini diisi oleh para petani, nelayan, ojol, termasuk kuli bangunan yang bekerja bersusah payah ingin menyelesaikan target pembangunan di seluruh Provinsi Jawa Barat dan pembangunan halaman Gedung Sate,” ujar Dedi.

Upacara HUT ke-81 RI tingkat Provinsi Jawa Barat tahun ini digelar untuk pertama kalinya di halaman Gedung Sate. Sebelumnya, pelaksanaan upacara kemerdekaan tingkat provinsi biasanya berlangsung di kawasan Gasibu.

Halaman Gedung Sate yang telah ditata kemudian diberi nama Pasanggrahan Pancarasa. Kawasan tersebut menggabungkan halaman Gedung Sate dengan Lapangan Gasibu dan difungsikan sebagai ruang terbuka hijau.

Persoalan akses listrik dan penempatan masyarakat di area VIP merupakan dua hal berbeda yang disampaikan dalam kegiatan yang sama. Pernyataan mengenai akses listrik berkaitan dengan layanan dasar, sedangkan penempatan masyarakat di area VIP menjadi bagian yang mendapat perhatian publik saat acara dan setelah upacara tersebut.

.

Kontributor : Deny 

Editor   : Muhammad Subhan