SIDOARJO, INSERTRAKYAT.COM – Siapa bilang healing harus selalu pergi jauh? Kadang, healing bisa sesederhana ngopi santai, kulineran, jalan-jalan, atau punya teman ngobrol yang asyik. Dari kebutuhan sederhana itulah, Lelly, perempuan asal Sidoarjo, menghadirkan “Aku Temani Healing”.
Selama kurang lebih satu tahun, Lelly menjalani jasa menemani orang yang ingin menikmati waktu luang, mencari suasana baru, atau sekadar membutuhkan teman untuk melakukan berbagai aktivitas.
Layanan ini bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan. Mulai dari ngopi, nongkrong, kulineran, belanja, olahraga, menonton konser, menghadiri kondangan, hingga menemani ke rumah sakit.
Uniknya, pelanggan tidak harus datang dengan cerita panjang. Mau ngobrol boleh, mau santai tanpa banyak bicara juga tidak masalah.
Lelly mengaku, banyak orang sebenarnya ingin jalan-jalan atau nongkrong, tetapi terkadang tidak menemukan teman yang pas.
“Sebetulnya banyak orang butuh teman jalan, tapi enggak mau banyak bicara. Karena kalau sama teman sendiri kadang bahasnya pekerjaan lagi atau hal yang sama. Jadi mungkin saja ada rasa bosan,” ujar Lelly.
Dari sinilah konsep “Aku Temani Healing” terasa berbeda.
Ada pelanggan yang datang karena sedang penat dengan rutinitas. Ada yang ingin curhat. Ada pula yang cuma ingin menikmati kopi dan suasana tanpa harus merasa sendirian.
Bahkan, sesi ngopi yang awalnya sederhana bisa berubah menjadi ajang curhat panjang.
“Kalau ada pelanggan yang curhat, pasti saya dengerin. Karena terkadang seseorang itu merasa senang hanya sudah didengar ceritanya. Saya juga enggan kasih masukan yang berlebihan karena bukan ranah saya,” tutur Lelly.
Menurut Lelly, dirinya lebih memilih menjadi pendengar yang nyaman ketimbang terlalu banyak memberikan solusi.
Sebab, terkadang seseorang memang tidak membutuhkan nasihat panjang. Cukup ada yang mendengarkan cerita sampai selesai, hati sudah terasa sedikit lebih lega.
Soal gaya menemani pun fleksibel. Ada pelanggan yang ingin ngobrol seperti bersama teman sendiri, tetapi ada juga yang lebih nyaman ditemani tanpa terlalu banyak percakapan.
“Ternyata sejauh ini banyak klien saya yang minta ditemani ke lokasi. Ada yang terbuka untuk ngobrol seperti teman sendiri, ada juga yang memang minta ditemani saja,” jelasnya.
Untuk tarif, Lelly mematok Rp100 ribu untuk tiga jam. Khusus layanan menemani ke rumah sakit, tarifnya Rp25 ribu per jam.
Sementara kebutuhan transportasi, makan, dan jajan selama aktivitas menjadi tanggungan pelanggan.
Meski konsepnya santai dan terdengar seperti jalan bareng teman, Lelly tetap menjaga profesionalitas. Ada batas yang tidak boleh dilanggar karena sejak awal dirinya hadir sebagai teman pendamping sesuai kebutuhan pelanggan.
“Jadi saya tetap menetapkan batasan profesional karena saya di sini untuk menemani klien sesuai keinginannya,” tegas Lelly.
Keamanan juga menjadi perhatian. Lelly melakukan skrining data terhadap calon pelanggan. Ia bahkan bersedia memberikan identitas diri apabila diperlukan.
Maklum, konsep “teman healing” ini mempertemukan dua orang yang sebelumnya tidak saling mengenal. Karena itu, rasa aman dan kepercayaan menjadi modal penting sebelum memulai aktivitas bersama.
Kini, Lelly semakin aktif mengenalkan jasanya melalui media sosial, termasuk lewat akun TikTok @hi,ini lelly.
Baginya, layanan ini bukan sekadar menemani seseorang pergi dari satu tempat ke tempat lain. Lebih dari itu, ada pengalaman kecil yang mungkin membuat hari seseorang terasa lebih ringan.
“Sebetulnya di posisi ini saya dan pelanggan memang sama-sama takut, karena sama-sama ketemu orang asing. Tapi kalau bisa saling percaya, jasa ini bisa jadi solusi buat mereka yang butuh teman jalan,” pungkas Lelly.
Jadi, kalau sedang ingin healing tetapi tidak punya teman, konsep Lelly mungkin bisa menjadi pilihan. Kadang healing cuma butuh kopi, tempat yang nyaman, cerita yang lepas, dan seorang teman yang mau menemani.
Reporter : Redho Fitriyadi
Editor : Tim Redaksi



























































