SUMBA BARAT DAYA, InsertRakyat.com — KPK mengajak warga Sumba Barat Daya menumbuhkan integritas dari lingkungan terdekat, mulai dari sekolah, komunitas, hingga desa melalui Program Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi (JNBA) 2026.
KPK bersama Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya membuka JNBA 2026 dengan tema “Dari Timur untuk Indonesia Berintegritas.” Program ini menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam membangun budaya antikorupsi.
Kepala Sekretariat Kedeputian Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Guntur Kusmeiyano, mengatakan pemberantasan korupsi tidak cukup mengandalkan aparat penegak hukum. Masyarakat juga perlu mengambil peran.
Menurut Guntur, budaya antikorupsi harus tumbuh di sekolah, kampus, keluarga, dan lingkungan masyarakat. Kebiasaan sederhana seperti jujur dan bertanggung jawab menjadi bagian dari upaya tersebut.

JNBA 2026 berlangsung di lima wilayah, yakni Kota Mataram, Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, Sumba Timur, dan Sumba Barat Daya. Program ini menjadi bagian dari strategi pendidikan KPK dalam memperluas kesadaran antikorupsi.
Sejak 2018, JNBA telah menjangkau 14 provinsi dan 73 kabupaten/kota. Program tersebut menempuh lebih dari 10 ribu kilometer, melibatkan lebih dari 484 ribu masyarakat secara langsung, dan menjangkau lebih dari 1,4 juta orang melalui kampanye antikorupsi.
Di Sumba Barat Daya, KPK juga menyoroti petty corruption atau korupsi skala kecil. Masyarakat diajak mengenali dan mencegah praktik tersebut melalui edukasi serta interaksi langsung.
Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu Bonnu Wulla menyambut program tersebut. Ia menilai integritas penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan mendukung pembangunan daerah.
“Kita harus bersama-sama meneguhkan komitmen untuk membiasakan yang benar, bukan membenarkan yang biasa,” ujar Ratu.
Ratu juga mengajak pelajar, guru, ASN, perangkat desa, pelaku UMKM, komunitas, dan tokoh adat ikut memperkuat gerakan antikorupsi.
Penguatan integritas dilakukan sejak sekolah. KPK menggelar KPK Mengajar di SDK Delo, Kecamatan Wewewa Selatan, dan SMP-SMK Deo Gloriam, Kecamatan Wewewa Barat. Edukasi dikemas secara interaktif agar nilai antikorupsi mudah dipahami peserta didik.
Rangkaian JNBA juga menyasar ASN, perangkat desa, camat, lurah, guru, komunitas tani dan nelayan, serta masyarakat pengguna layanan publik.
JNBA 2026 resmi dibuka di Sumba Barat Daya sejak Rabu, 12 Agustus 2026. Pemerintah daerah bersama sejumlah unsur pemerintahan turut menandatangani Deklarasi Antikorupsi. Semua rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar.
(Tim Insertrakyat.com).




















































