JAKARTA, INSERTRAKYAT.COM— Kantor pusat BMKG di Jakarta mencatat aktivitas gempa susulan di Flores masih berlangsung hingga Selasa (18/8/2026) pagi, dengan jumlah mencapai 2.119 kejadian dan magnitudo terbesar M6,2.
Gempa susulan kembali muncul dalam rentang waktu berdekatan pada Selasa pagi. Data BMKG mencatat rangkaian M4,2, M3,4, M3,6, M3,9, M3,1, M2,8, M4,1, hingga M2,7 sekitar pukul 05.40–06.03 WIB.
Gempa M4,1 tercatat pukul 05.59 WIB. Selang beberapa menit, gempa M2,7 terjadi pukul 06.03.49 WIB dengan kedalaman sekitar tiga kilometer. Rangkaian tersebut menunjukkan aktivitas seismik masih berlangsung setelah gempa utama M7,7.
Pada 17 Agustus 2026 pukul 11.00 WIB, BMKG sebelumnya mencatat 1.624 gempa susulan dengan magnitudo M1,3 hingga M6,2. Sebanyak 23 kejadian berkekuatan lebih dari M5, sedangkan 59 gempa dirasakan masyarakat. Pembaruan pada 18 Agustus 2026 mencatat jumlah tersebut bertambah menjadi 2.119 kejadian hingga pukul 05.00 WIB.
Gempa utama terjadi pada 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB. Hasil pemutakhiran BMKG menetapkan magnitudonya M7,7. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menyebut gempa dangkal tersebut berkaitan dengan aktivitas tektonik Flores Back-Arc melalui mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.
BMKG mengirimkan Peringatan Dini 1 dalam waktu 2 menit 16 detik setelah gempa. Status ancaman ditetapkan Siaga dengan potensi tsunami 0,5–3 meter dan Waspada untuk potensi di bawah 0,5 meter.
“BMKG telah mengirimkan Peringatan Dini 1 pada 2 menit 16 detik setelah gempa bumi dengan status ancaman SIAGA (0.5 – 3 meter) dan Waspada (<0.5 meter),” kata Wijayanto di Jakarta.
Observasi stasiun pasang surut mendeteksi tsunami di 16 lokasi yang tersebar di NTT, NTB, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Tsunami tertinggi tercatat di Pota, Manggarai Timur, sebesar 1,605 meter pada pukul 05.03 WIB. Ketinggian terendah tercatat di Bakalang, Alor, sebesar 0,14 meter pada pukul 05.41 WIB.
Peringatan Dini Tsunami kemudian dinyatakan berakhir pada pukul 07.30 WIB. Hingga Selasa pagi, tidak terdapat peringatan tsunami baru akibat rangkaian gempa susulan.
Di tengah aktivitas seismik tersebut, penanganan dampak gempa masih berlangsung. BNPB mencatat 68 orang meninggal dunia dan 213 orang luka-luka hingga 17 Agustus 2026. Angka korban merupakan data konsolidasi yang masih dapat berubah mengikuti verifikasi lapangan.
Basarnas sebelumnya menyatakan tidak lagi menerima laporan warga hilang. Tim gabungan tetap melakukan penyisiran untuk memastikan wilayah terdampak telah diperiksa. BNPB bersama pemerintah daerah juga masih mendata pengungsi, kerusakan rumah, dan fasilitas publik.
Distribusi bantuan dilakukan melalui jalur darat, laut, dan udara. Wilayah yang sulit dijangkau, termasuk Pulau Palue, mendapat pengiriman kebutuhan dasar berupa makanan, air bersih, tenda, perlengkapan tidur, dan kebutuhan kesehatan.
Pemulihan komunikasi menjadi bagian lain dari penanganan bencana. Komdigi mencatat 683 dari 794 site/BTS terdampak telah kembali beroperasi atau 86,02 persen. Sebanyak 111 site/BTS masih dalam proses pemulihan.
Gangguan tersebut meliputi 701 site/BTS akibat masalah pasokan listrik dan 93 site/BTS akibat gangguan jaringan transmisi. Alor, Lembata, dan Timor Tengah Utara telah pulih, sementara delapan wilayah masih memiliki site/BTS dalam pemulihan.
Manggarai Timur masih menyisakan 32 site/BTS dengan tingkat pemulihan 57,33 persen. Berikutnya Manggarai 27 site, Nagekeo 19 site, Ende 11 site, Ngada 10 site, Sikka tujuh site, Manggarai Barat empat site, dan Flores Timur satu site.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan pemulihan jaringan terus dikawal bersama penyelenggara telekomunikasi dan pihak terkait.
“Sejak terjadinya gempa, Komdigi bersama penyelenggara telekomunikasi terus mengawal pemulihan jaringan di wilayah terdampak. Hingga saat ini, dari 794 site/BTS yang terdampak, sebanyak 683 site/BTS atau 86,02 persen telah kembali beroperasi,” ujar Meutya.
Di Manggarai Timur, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah mempercepat pendataan kerusakan rumah. Permintaan itu disampaikan setelah meninjau Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, pada Senin (17/8/2026).
“Kecepatannya sangat tergantung dari pendataan. Kalau didatakan, sudah nyampai ke Bupati, setelah itu ditandatangani juga oleh Kapolres sama Pak Kajari,” ujar Tito.
Pemerintah menyiapkan bantuan berdasarkan tingkat kerusakan rumah. Bantuan sebesar Rp15 juta untuk kerusakan ringan, Rp30 juta untuk kerusakan sedang, dan Rp70 juta untuk kerusakan berat.
Gempa juga berdampak pada lingkungan peradilan di Flores. Enam Pengadilan Negeri berada di pulau tersebut, yakni PN Labuan Bajo, PN Ruteng, PN Bajawa, PN Ende, PN Maumere, dan PN Larantuka. Pendataan kerusakan kantor serta keluarga besar pengadilan masih berlangsung.
Ketua PN Labuan Bajo Isdaryanto mengatakan warga sempat bergerak menuju tempat lebih tinggi setelah merasakan guncangan dan perubahan kondisi air laut.
“Di Labuan Bajo sendiri air laut sempat surut beberapa meter. Masyarakat setempat segera berlari ke atas bukit mencari tempat yang lebih tinggi,” ujar Isdaryanto.
BMKG masih melakukan survei makroseismik, pengukuran mikrotremor dan MASW, pemantauan gempa susulan, serta verifikasi dampak tsunami. Data tersebut digunakan untuk mendukung pemulihan, rekonstruksi, pemetaan mikrozonasi, dan rekomendasi mitigasi.
Di tengah rangkaian gempa yang belum sepenuhnya berhenti, masyarakat diminta menjauhi bangunan retak atau rusak sebelum dinyatakan aman.

































































