PASAMAN BARAT, InsertRakyat.com — Sebanyak 56 pelajar sekolah dasar (SD) dari tiga kecamatan di Kabupaten Pasaman Barat mengikuti pelatihan mengulas buku di Pendopo Yayasan Al-Mukhlisin, Ujung Gading, Sabtu (22/8/2026).

Kegiatan itu diselenggakan TBM Pondok Buku Olalaa melalui penguatan Bantuan Pemerintah Bidang Kebahasaan dan Kesastraan, Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI.

Founder TBM Pondok Buku Olalaa Sumira Putri, S.Pd. mengatakan, peserta berasal dari Kecamatan Lembah Melintang, Koto Balingka, dan Sungai Beremas. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca, memahami isi buku, serta menyampaikan kembali gagasan yang diperoleh dari bacaan.

Pelatihan menghadirkan narasumber Mutia Dessri, S.Pd., staf Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat. Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan materi bertajuk “Cerdas Mengulas Buku”.

Mutia memperkenalkan kepada siswa cara mengulas buku secara sederhana dan menarik. Para peserta juga diajak mengenal perjenjangan buku, sehingga mereka dapat memahami kesesuaian bacaan berdasarkan usia dan tingkat kemampuan membaca.

“Selain mengulas buku, peserta mendapatkan materi mengenai membaca nyaring. Kegiatan ini diarahkan untuk membangun keberanian siswa dalam membaca dan menyampaikan isi bacaan secara lisan,” ujar Sumira.

Pelatihan berlangsung secara interaktif. Siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga diarahkan untuk mempraktikkan kemampuan membaca dan mengolah informasi dari buku yang dibaca.

Ditambahkan Sumira, kegiatan tersebut tidak berhenti pada pemahaman materi. Salah satu keluaran yang diharapkan adalah kemampuan siswa membuat ulasan buku dalam bentuk video.

Melalui pembuatan video, siswa diharapkan mampu menyampaikan isi dan tanggapan terhadap buku secara kreatif. Kegiatan itu sekaligus menjadi sarana bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berbicara, berpikir kritis, dan berkomunikasi.

“Pelatihan mengulas buku bagi pelajar SD tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan membaca sekaligus membangun budaya literasi sejak dini di kalangan anak-anak di Pasaman Barat,” ungkap Mutia Dessri.

Ditambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan aktivitas literasi yang tidak hanya berorientasi pada membaca buku, tetapi juga mendorong siswa memahami, mengolah, dan menyampaikan kembali informasi yang diperolehnya dari bacaan.

Penulis: Fitrah Helmy
Editor: Muhammad Subhan