PASAMAN BARAT, InsertRakyat.com – Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Olalaa, Ujung Gading, Kabupaten Pasaman Barat mematangkan persiapan pelaksanaan Program Bantuan Pemerintah (Banpem) Bidang Komunitas Literasi Tahun 2026 yang akan dilaksanakan pada Agustus mendatang.

Program itu merupakan bentuk komitmen TBM Olalaa dalam memperluas akses literasi sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif yang melibatkan pelajar, guru, pengelola komunitas literasi, dan masyarakat umum.

Persiapan telah dilakukan secara bertahap melalui kegiatan sosialisasi, baik secara daring maupun luring. Sosialisasi daring dilaksanakan melalui akun media sosial resmi TBM Olalaa, yaitu Instagram dan Facebook, sebagai media penyebarluasan informasi kepada masyarakat.

Sementara sosialisasi secara luring dilakukan dengan menjalin komunikasi dan koordinasi kepada berbagai pihak terkait, di antaranya Bunda Literasi Kabupaten Pasaman Barat, Camat Lembah Melintang, serta sejumlah sekolah yang menjadi sasaran kegiatan.

“Selain sosialisasi, proses penjaringan peserta juga telah dibuka melalui pengumuman resmi pada media sosial TBM Olalaa. Pendaftaran dilakukan sesuai sasaran masing-masing kegiatan sehingga diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang tepat dan memberikan manfaat yang optimal,” ujar Sumira Putri, founder TBM Olala, Senin (27/7/2026).

Baca Juga :  Beramai-Ramai “Mengeroyok” Komunitas Literasi
Pegiat TBM Olalaa, Sumira Putri, bersama anak-anak Pasaman Barat. Gerakan TBM Olalaa semakin masif menggerakkan anak-anak membaca buku di tengah disrupsi era digital. (Foto: TBM Olalaa/InsertRakyat.com)

Dalam pelaksanaannya, papar Sumira, Program Banpem Komunitas Literasi Tahun 2026 akan menghadirkan tiga kegiatan utama yang dirancang untuk menjawab kebutuhan pengembangan literasi di masyarakat.

Dia mengungkapkan, kegiatan pertama adalah Lokakarya Menulis Puisi Berbasis Kebudayaan Lokal Kabupaten Pasaman Barat menghadirkan dua pegiat literasi Sumatera Barat, yaitu Muhammad Subhan (Padang Panjang) dan Denni Meilizon (Pasaman Barat).

Lokakarya itu bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam menggali potensi budaya lokal sebagai sumber inspirasi karya sastra.

“Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menuangkan nilai-nilai budaya Pasaman Barat ke dalam puisi sehingga karya yang dihasilkan tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga menjadi salah satu bentuk dokumentasi dan pelestarian budaya daerah,” jelas Sumira.

Baca Juga :  Beramai-Ramai “Mengeroyok” Komunitas Literasi

Kegiatan kedua adalah Pelatihan Mengulas Buku Cerita bagi Siswa Sekolah Dasar dengan narasumber Mutia Dessri dari Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat. Pelatihan ini dirancang untuk menumbuhkan budaya membaca sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis peserta melalui kegiatan mengulas buku. Materi yang diberikan meliputi pemahaman mengenai perjenjangan buku bacaan, teknik menyusun ulasan buku yang baik, hingga praktik membuat ulasan buku dalam bentuk video sebagai media literasi digital.

Sementara itu, kegiatan ketiga adalah Workshop Pembinaan Komunitas Literasi yang ditujukan bagi para pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dengan pembicara Ketua Forum TBM Sumatera Barat, Hasan Achari Harahap.

“Workshop ini akan membahas strategi penyusunan program komunitas yang berkelanjutan, inovatif, dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat di sekitar TBM,” ujar Sumira.

Ditambahkan, peserta kegiatan ini berasal dari berbagai kalangan sesuai dengan sasaran masing-masing program, yaitu pelajar SD, SMP/SMA, guru, pegiat literasi, serta masyarakat umum yang memiliki minat sesuai bidang yang diprogramkan.

Baca Juga :  Beramai-Ramai “Mengeroyok” Komunitas Literasi

“Melalui rangkaian kegiatan tersebut, TBM Olalaa berharap dapat memperluas jangkauan layanan literasi kepada masyarakat sekaligus memperkuat eksistensi TBM sebagai pusat belajar sepanjang hayat. Program ini juga diharapkan mampu melahirkan karya sastra yang mengangkat kekayaan budaya lokal, meningkatkan kemampuan literasi peserta didik, serta memperkuat kapasitas pengelola komunitas literasi dalam merancang program-program yang berkelanjutan dan berdampak,” ungkap Sumira.

Ke depan, TBM Olalaa berharap Program Bantuan Pemerintah Bidang Komunitas Literasi tidak hanya menjadi kegiatan yang bersifat seremonial, tetapi mampu melahirkan kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas literasi, dan masyarakat.

“Melalui sinergi tersebut, diharapkan budaya literasi dapat tumbuh semakin kuat di Kabupaten Pasaman Barat serta menjadikan TBM sebagai ruang belajar yang inklusif, inovatif, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia,” tambahnya. (fit)

Penulis: Fitrah Helmy
Editor: Supriadi Buraerah