PASAMAN BARAT, InsertRakyat.com — Founder TBM Pondok Buku Olalaa, Sumira Putri, S.Pd., menerima penghargaan dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pasaman Barat untuk kategori Insan Literasi.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, komitmen, dan kontribusi nyata Sumira Putri dalam mengembangkan budaya literasi serta peran aktifnya dalam mendorong tumbuhnya masyarakat Pasaman Barat yang literat, berpengetahuan, dan berdaya saing.
Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas berbagai program dan kegiatan literasi yang dijalankan Sumira Putri bersama TBM Pondok Buku Olalaa sepanjang tahun 2025–2026.
Melalui TBM Olalaa, Sumira Putri berupaya menghadirkan kegiatan literasi yang dekat dengan masyarakat, khususnya anak-anak.
Kegiatan tersebut di antaranya lapak baca, TBM Olalaa Goes to School, kegiatan membaca nyaring, kelas Bahasa Inggris untuk anak, Jelajah Literasi, serta berbagai kegiatan edukasi dan diskusi literasi.
Selain menjalankan kegiatan di ruang TBM, gerakan literasi juga dibawa ke sekolah dan berbagai ruang masyarakat.
Sumira bersama relawan dan pegiat literasi TBM Olalaa terus mengajak anak-anak untuk mengenal buku, menikmati kegiatan membaca, belajar Bahasa Inggris dengan cara yang menyenangkan, serta membangun kebiasaan belajar melalui aktivitas sederhana.
TBM Olalaa juga aktif berkolaborasi dengan sekolah, komunitas, pegiat literasi, dan berbagai pihak dalam menyelenggarakan kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan dan literasi.
“Penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus bergerak. Masih banyak yang bisa dilakukan, terutama bagaimana membuat literasi semakin dekat dengan anak-anak dan masyarakat,” ujar Sumira.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pasaman Barat, Muharram, S.Sos., M.M., menyampaikan pesan agar Sumira Putri dan TBM Olalaa semakin semangat dalam menjalankan kegiatan literasi ke depannya.
Pesan tersebut menjadi dorongan bagi Sumira untuk terus mengembangkan TBM Olalaa dan menghadirkan lebih banyak kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Penghargaan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa gerakan literasi tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Dari sebuah ruang kecil, sebuah buku, kegiatan membaca bersama, dan kemauan untuk terus bergerak, literasi dapat tumbuh dan memberi dampak bagi lingkungan sekitar,” ujar Muharram.
Penulis: Fitrah Helmy
Editor: Muhammad Subhan





















































