SULAIMAN JUNED. Sastrawan, esais, kolumnis, sutradara teater, pendiri Komunitas Seni Kuflet Kota Padang Panjang (1997), Pendiri UKM PersMa Pituluik ISI Padang Panjang (1997), Sanggar Cempala Karya Banda Aceh (1986), Pendiri UKM Teater NOL Universitas Syiah Kuala Banda Aceh (1990), Ketua Panitia Pendirian ISBI Aceh (2012/2015), Dosen Jurusan Seni Teater dan Pascasarjana ISI Padang Panjang, Doktor bidang Penciptaan Seni Teater, Penggagas Temu Penyair Asia Tenggara di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, Ketua Umum Majelis Adat Aceh (MAA) Perwakilan Sumatera Barat.
ENAM PULUH SATU
bumi
enam puluh satu kali
mengitari matahari dan rembulan. Sedang aku masih di sini–meracik hidup mengobati luka walau dalam sunyi dan
sepi.
: aku titip.warna pada garis di wajah kehidupan.
bumi
enam puluh satu kali
mengitari matahari dan rembulan. Ramput pun seperti pelangi–hati tak lelah berkasih memutihkan jiwa belajar keikhlasan karena
cinta.
: tumbuhkan syukur walau dikurung angin–gerimis–hujan dan rindu.
bumi
enam puluh satu kali
mengitari matahari dan rembulan. Angka tak hanya menghitung usia–berapa cinta dapat diberi menjadi lampu–memjadi
rumah.
: memilih setia
pada hidup lewat senyum di kening.
Ah!
Padang Panjang, 2026
MENYULAM CINTA
racun
manis. Giurkan hati
bawa hidup ke ruang
kebinasaan.
: jangan saling menyikut.
racun
manis. Jangan lenakan hati
atas keharaman harta. Tak
berkah–bawa, dosa sepanjang
usia dalam
kehinaan.
: jangan sampai tergoda
kerak neraka menanti.
racun
manis. Hilangkan kebahagiaan
bawa hidup ke jalan
bengkok. Pilih hidup
halal–jalan menuju
surga.
: menuju rumah
menyulam cinta dunia
dan akhirat.
Padang Panjang, 2026
MERINDUI ABI
: kepada Almarhum Abiku M Juned Said
merindui
Abi, bagaimana cara mengutarakan
rasa atas ajaran hidup
dan kehidupan
terpahat
di pikir
jiwa
: kesetian dan disiplin
adalah titisanmu.
merindui
Abi. Tuturan dan ceritamu
jadi ajaran yang tak lekang
diingatan–tak terhapus
sepanjang
usia.
: setiap tetes keringatmu
adalah cinta.
merindui
Abi. Nafas yang mengalir
dikehidupan pun ajaran
yang tak
putus.
: Aku ingat rangkang tempat
Abi bersimpuh dengan
segala petuah
Padang Panjang, 2026
BERBENAH
alam
berbenah. Badai harus berlalu
pohon pohon tumbang harus
ditegakkan dengan
sabar.
: bumi terluka, rawatlah
dengan cinta.
alam
berbenah. Pulihkan bumi agar luka
sembuh dari luka dan perih. Alirkan
kasih sayang dan cinta. Burung-burung bernyanyi memelodikan
udara.
: jadikan udara jernihkan
setiap kesulitan.
alam
berbenah. Burung-burung bernyanyi
mengisi udara dengan melodi
alam yang pulih menjadi indah
kembali, dengan sendirinya
bangkitlah
dari luka.
Ah!
Padang Panjang, 2026
JANGAN SALAHKAN HUJAN
Jangan
salahkan hujan Membawa pohon, batu, beton dan rumah-rumah juga mobil memenuhi sungai menghancurkan ladang serta sawah-sawah. Kenapa hutan KAU tebang jadikan
uang.
: rawat dan cintai hutan
sebagaimana mencintai
uang dan kekayaan.
jangan
salahkan hujan
siapa yang menggundulkan hutan
mengundang bencana banjir dan longsor melahirkan perih bagi rakyat
di kampung-kampung
juga kota.
: sudahkah mecintai
alam dengan kasih
sayang.
Ah!
Padang Panjang, 2026
Penulis: Sulaiman Juned
Editor: Muhammad Subhan
Catatan Redaksi:
BILIK ELIPSIS adalah ruang sastra/literasi yang dikelola Majalah Digital elipsis bersama Sekolah Menulis elipsis bekerja sama dengan koran digital InserRakyat.com. Terbit setiap pekan, menayangkan cerpen, puisi, dan esai terkurasi. Kirim naskah ke BILIK ELIPSIS via surel: majalahelipsis@gmail.com.







































































