BINTANG ARA, INSERTRAKYAT.com — Ruas jalan dari Km 55 menuju Malungai Raya hingga Muara Malungai, Kecamatan Bintang Ara, mulai mendapat penanganan melalui penimbunan tanah lempung oleh pihak terkait termasuk pemerintah.
Masyarakat, Ahmad mengatakan, kondisi jalan saat ini masih dapat difungsikan pada musim kemarau. Sebelumnya, terdapat sejumlah titik berlubang yang mengganggu aktivitas warga.
Menurut Ahmad, penanganan tersebut belum cukup untuk memastikan jalan bertahan dalam jangka panjang. Musim hujan akan menjadi ujian terhadap kualitas timbunan dan kondisi ruas jalan.
Karena itu, ia mendorong pemerintah melakukan perbaikan permanen, bukan hanya penanganan sementara. Kerinduan atas penanganan jalan secara permanen kini menjadi perbicaraan hangat di tengah masyarakat. “Jangan (pemerintah) tunggu jalannya hancur total baru panik,” kata Ahmad dalam laporan jurnalis Insertrakyat.com dari Kalteng, Ahad siang.
Penuturan (Ahmad,-red), ruas tersebut memiliki fungsi penting bagi masyarakat karena menjadi akses menuju Malungai Raya, Muara Malungai, dan kawasan Sungai Ayuh.
Selain menjadi jalur aktivitas warga, kawasan Sungai Ayuh memiliki potensi wisata dan budaya. Ahmad menyebut aktivitas masyarakat Suku Dayak Lawangan di sungai, tradisi tuba adat, serta kawasan Tulungan Amis dengan gua-gua alaminya sebagai potensi yang dapat dikembangkan.
Menurut dia, pengembangan potensi tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai. Jalan yang baik akan memudahkan mobilitas warga sekaligus membuka akses menuju kawasan yang berpotensi menjadi tujuan wisata.
Ahmad meminta kondisi jalan tetap diawasi setelah penimbunan dilakukan. Evaluasi perlu dilakukan terutama ketika memasuki musim hujan untuk mengetahui ketahanan pekerjaan di lapangan.
Perbaikan jalan, kata dia, harus dipusatkan pada solusi jangka panjang agar masyarakat tidak kembali menghadapi kerusakan yang sama.
“Pemerintah perlu memastikan kualitas penanganan mampu menjaga akses masyarakat dan mendukung pengembangan kawasan Sungai Ayuh,” tuntasnya.
.
Reporter: Usupriyadi
Editor : Tim Redaksi































































