JAKARTA, INSERTRAKYAT.com — Polri telah membangun dan merevitalisasi 895 Jembatan Merah Putih Presisi di 30 Polda, dengan 874 jembatan di antaranya telah selesai dan menghubungkan 1.314 desa di berbagai wilayah Indonesia. Sabtu (15/8/2026).

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) membangun dan merevitalisasi 895 Jembatan Merah Putih Presisi di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas masyarakat.

Dari total tersebut, sebanyak 874 jembatan telah selesai dibangun, sedangkan 17 jembatan masih dalam tahap pembangunan dan empat lainnya berada dalam tahap perencanaan.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan pembangunan tersebut merupakan salah satu bentuk kehadiran Polri dalam menjawab kebutuhan masyarakat, terutama terkait akses dan konektivitas antardaerah.

“Suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami, Bapak Presiden berkenan hadir secara virtual. Tentunya ini memberikan semangat bagi kita semua, khususnya seluruh personel TNI dan Polri, untuk terus memberikan pengabdian yang terbaik sesuai dengan arahan Bapak, bahwa kita harus terus bersama-sama berada di tengah-tengah rakyat, serta memahami dan mengerti apa yang menjadi masalah di masyarakat,” ujar Listyo dalam suatu acara peresmian pada pertengahan Agustus.

Jembatan yang telah selesai dibangun memiliki total panjang 19,2 kilometer dan menghubungkan 1.314 desa.

Sebaran pembangunan tersebut mencakup berbagai wilayah. Banten menjadi daerah dengan jumlah pembangunan dan revitalisasi terbanyak, yakni 145 jembatan.

Selanjutnya, Polda Jawa Barat menangani 137 jembatan, Polda Riau 110 jembatan, Polda Jawa Tengah 86 jembatan, dan Polda Sumatera Selatan sebanyak 81 jembatan.

Bangun Akses di Wilayah Bencana

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Selain pembangunan dan revitalisasi jembatan dalam program Jembatan Merah Putih Presisi, Polri turut membangun akses masyarakat di wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera.

Sebanyak 39 jembatan dibangun dalam upaya pemulihan akses tersebut, termasuk enam Jembatan Bailey yang berada di Aceh dan Sumatera Barat.

Pembangunan infrastruktur itu ditujukan untuk membantu masyarakat kembali memperoleh akses transportasi setelah terdampak bencana.

Menurut Listyo, keberadaan jembatan juga berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi dan pendidikan masyarakat.

“Kami berharap pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi tentunya dapat memberikan multiplier effect bagi masyarakat melalui kelancaran distribusi hasil pertanian dan perdagangan, kemudian juga tentunya akses bagi para pelajar yang akan menuju ke sekolah, serta tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di pedesaan,” kata dia.

Dengan akses yang lebih baik, distribusi hasil pertanian dan perdagangan diharapkan menjadi lebih lancar. Jembatan juga menjadi penghubung bagi masyarakat yang membutuhkan akses menuju sekolah serta pusat aktivitas ekonomi.

Listyo menegaskan, pembangunan tersebut merupakan bagian dari upaya Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat.

“Polri kita lahir dari rakyat dan harus selalu menjadi polisi rakyat. Semoga amanah dan pesan dari Bapak betul-betul bisa kita laksanakan dan kita bisa memberikan pengabdian terbaik agar terciptanya Polri untuk masyarakat,” tuntas Listyo.