Memasuki Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri atau STPDN menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan TR Fahsul Falah. Di lembaga pendidikan kedinasan itu, TR mulai mengenal lingkungan yang secara khusus menyiapkan calon aparatur pemerintahan.
STPDN memiliki karakter pendidikan yang berbeda dari sekolah umum. Proses pembelajaran berjalan beriringan dengan pembentukan disiplin, pemahaman pemerintahan, kehidupan kedinasan, serta tanggung jawab sebagai aparatur negara.
Pilihan menempuh pendidikan di STPDN sekaligus fokus perjalanan TR menuju dunia pemerintahan. Pendidikan yang ditempuh tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai administrasi pemerintahan, tetapi juga membangun pemahaman tentang tugas dan tanggung jawab aparatur dalam menjalankan urusan negara.
Lingkungan kedinasan mempertemukan mahasiswa dengan kultur organisasi yang menekankan disiplin, ketertiban, tanggung jawab, dan pemahaman terhadap struktur pemerintahan. Unsur-unsur tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan karakter profesional seorang calon aparatur.
Pendidikan di STPDN juga menempatkan pemerintahan sebagai bidang yang harus dipahami secara teoritis sekaligus praktis. Administrasi negara tidak berhenti pada aturan dan struktur organisasi. Di dalamnya terdapat persoalan kewenangan, pelayanan masyarakat, pengelolaan aparatur, serta hubungan antara kebijakan dan kebutuhan publik.
Pengalaman pendidikan tersebut kemudian menjadi bekal ketika TR memasuki dunia pengabdian. Pengetahuan yang diperoleh di lingkungan kedinasan akan berhadapan dengan persoalan pemerintahan yang serba efektif, terutama setelah ia mulai menjalankan tugas di lingkungan pemerintahan daerah.
Ada perbedaan antara mempelajari pemerintahan di ruang pendidikan dan menjalankannya dalam kehidupan birokrasi. Setelah menyelesaikan pendidikan kedinasan, TR memasuki ruang pengabdian yang menuntut kemampuan menerapkan pengetahuan tersebut dalam pekerjaan pemerintahan.
Dari STPDN, perjalanan TR Fahsul Falah bergerak kembali menuju pengabdian di Aceh (daera kelahiran). Di sana, pengetahuan kedinasan yang telah diperoleh mulai bertemu dengan persoalan administratif dan dinamika pemerintahan secara langsung.
Jurnalis: Mhd Iqbal
Editor : Supriadi Buraerah























