BOGOR, INSERTRAKYAT.com – Sembilan desa dari berbagai wilayah Indonesia menerima penghargaan Desa Berkinerja Baik (DBB) 2026 atas keberhasilan menjalankan upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyerahkan penghargaan tersebut dalam Rapat Koordinasi Nasional Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (P3S) di The Mirah Hotel, Bogor, Kamis (29/10/2026) kemarin.

Yandri mengatakan pencegahan stunting menentukan kualitas generasi penerus dan masa depan bangsa. Ia menyebut angka stunting di Indonesia masih mendekati 20 persen sehingga membutuhkan perhatian dan kerja bersama.

“Kalau misalkan generasi baru itu gizinya kurang, pertumbuhannya tidak sesuai dengan umurnya, kemudian secara IQ dan lain sebagainya tidak memenuhi untuk menjadi seorang generasi muda atau pemimpin bangsa, ya itu akan menjadi persoalan serius,” ujar Yandri.

Pemenuhan gizi sejak masa kehamilan menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah gangguan pertumbuhan anak. Pemerintah desa dapat menggunakan dana desa untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil dan anak yang baru lahir.

Presiden Prabowo Subianto juga mendorong keterlibatan kementerian dan lembaga dalam upaya pencegahan serta percepatan penurunan stunting. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu kebijakan pemerintah untuk memperluas akses masyarakat terhadap makanan bergizi.

Yandri menilai MBG turut membuka peluang pertumbuhan ekonomi melalui keterlibatan masyarakat dalam penyediaan bahan pangan. Menurut dia, penanganan stunting perlu berjalan bersama upaya mengatasi kemiskinan yang membatasi kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan gizi.

Pembangunan ekonomi dari desa menjadi salah satu strategi yang pemerintah dorong melalui Asta Cita Keenam, yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan.

Sejumlah program turut diarahkan untuk menggerakkan perekonomian perdesaan, antara lain Koperasi Desa Merah Putih, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), desa tematik, desa wisata, dan desa ekspor.

Yandri berharap pengembangan potensi lokal dapat membuka kesempatan usaha, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperbaiki kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan dasar.

“Secara afirmasi dilakukan langsung ke individunya, tapi secara global atau secara keseluruhan, sistem ekonomi di desa dibangun secara sistematis sehingga bisa memberantas kemiskinan,” kata Yandri.

Penghargaan Desa Berkinerja Baik 2026 diberikan kepada pemerintah desa yang berhasil menjalankan upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting di wilayah masing-masing. Yandri berharap capaian sembilan desa tersebut menjadi referensi bagi desa lain dalam mengembangkan program serupa.

Berikut daftar lengkap sembilan penerima penghargaan Desa Berkinerja Baik 2026:

  1. Desa Tirtohargo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
  2. Desa Kesambi, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
  3. Desa Sodong, Kabupaten Tangerang, Banten.
  4. Desa Kahala, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
  5. Desa Sakra Selatan, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
  6. Desa Barimbun, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.
  7. Desa Baobolak, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.
  8. Desa Melin Megikar, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
  9. Desa Malamoja, Sorong, Papua Barat Daya.

Pencegahan stunting membutuhkan keterpaduan pemenuhan gizi, pelayanan kesehatan, pendampingan keluarga, sanitasi, dan penguatan ekonomi. Pemerintah desa memiliki peran strategis untuk menghubungkan berbagai kebutuhan tersebut melalui program yang sesuai dengan kondisi masyarakat.

Kualitas generasi mendatang turut ditentukan oleh kemampuan pemerintah dan masyarakat memastikan ibu hamil serta anak memperoleh asupan gizi dan pelayanan kesehatan yang memadai sejak awal kehidupan.

Penulis: Daniel

Editor: Supriadi Buraerah

BERITA TERKINI EDITORIAL