Membaca juga tidak harus dimulai dari buku tebal atau bacaan akademik. Seseorang dapat memulainya melalui cerita pendek, artikel pengetahuan, biografi, karya sastra, buku sejarah, atau bacaan keagamaan. Hal terpenting bukan ketebalan halaman, melainkan kesediaan mengikuti gagasan sampai memperoleh pemahaman.

Akan lebih bermanfaat apabila kegiatan membaca disertai kebiasaan mencatat istilah baru, memeriksa informasi, membandingkan pendapat, dan menghubungkan bacaan dengan kenyataan. Dengan cara itu, pembaca tidak hanya mengumpulkan kalimat. Ia belajar memilah fakta, mengenali asumsi, menguji argumen, dan menyusun pendapat dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Ada pula manfaat yang tumbuh dari kebiasaan membaca bersama. Percakapan tentang sebuah buku dapat mempertemukan pengalaman yang berbeda. Anak belajar mengungkapkan pikiran, orang dewasa memperoleh bahan untuk meninjau kembali pengetahuannya, sementara keluarga memiliki ruang untuk berbagi cerita. Perpustakaan dan komunitas baca dapat menjadi tempat bertemunya orang-orang yang sebelumnya tidak saling mengenal.

Piknik pikiran tidak selalu berlangsung di tempat yang jauh. Ia dapat dimulai dari kursi rumah, bangku taman, ruang perpustakaan, atau sudut sederhana di dekat jendela. Seseorang dapat berangkat dari satu halaman, lalu tiba pada pengetahuan tentang tubuh manusia, sejarah bangsa, perubahan iklim, kecerdasan buatan, kebudayaan, atau kehidupan masyarakat di belahan dunia lain.

Dari satu buku, pembaca dapat menemukan pertanyaan. Dari pertanyaan, ia mencari penelitian. Dari penelitian, ia memperoleh sudut pandang baru. Pengetahuan itu kemudian diuji melalui pengalaman dan percakapan. Rangkaian tersebut membuat kegiatan membaca terus bergerak, tidak berhenti sebagai hobi yang hanya mengisi waktu senggang.

Ada orang yang memiliki penglihatan, tetapi jarang membuka bacaan. Ada yang tidak dapat melihat tulisan cetak, tetapi tekun mempelajari Al-Qur’an melalui Braille. Ada yang mempunyai banyak buku, tetapi belum tentu mengolah isinya. Ada pula yang hanya memiliki akses terbatas, tetapi tetap berusaha memperluas pengetahuan melalui suara dan teknologi.

BERITA TERKINI EDITORIAL