MALANG, INSERTRAKYAT.com Difabel Pecinta Alam (Difpala), Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS), dan Geopix menggelar Pentas Seni dan Dongeng Satwa untuk memperingati Hari Gajah Sedunia 2026 di Malang Creative Center (MCC), Kota Malang, Minggu (9/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kampanye “Make Elephant Great Again – Kembalikan Kejayaan Gajah” yang mengajak masyarakat mendukung perlindungan gajah Indonesia melalui edukasi, kegiatan kreatif, dan kampanye digital.

Pembina Difpala Ken Kerta mengatakan peringatan Hari Gajah Sedunia ini dapat meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian gajah Indonesia dan habitatnya. Menurut dia, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi penyandang disabilitas untuk terlibat dalam edukasi konservasi.

“Melalui Pentas Seni dan Dongeng Satwa, Difpala ingin menyampaikan pesan konservasi dengan cara yang menyenangkan sekaligus membuka ruang bagi penyandang disabilitas untuk turut berperan aktif dalam edukasi konservasi dan pelestarian lingkungan,” kata Ken.

Sekitar 50 penyandang disabilitas dan pendamping terlibat dalam kegiatan tersebut. Panitia juga menyasar sedikitnya 300 pengunjung MCC.

Rangkaian acara meliputi dongeng tentang satwa gajah, tari kontemporer, menyanyi, pembacaan puisi, serta pembagian stiker dan informasi konservasi. Materi edukasi memperkenalkan gajah Sumatera dan gajah Kalimantan yang terdapat di Indonesia.

Selain edukasi, kegiatan tersebut menyuarakan dukungan terhadap perlindungan habitat dan koridor ekologis gajah, penguatan penegakan hukum, serta peningkatan kesejahteraan gajah yang berada di kebun binatang.

Senior Wildlife Campaigner Geopix Annisa Rahmawati mengatakan gajah memiliki peran dalam sejarah dan budaya Nusantara sekaligus ekosistem hutan. Ia menyebut gajah berperan dalam regenerasi ekosistem sebagai “petani hutan”.

Namun, menurut Annisa, populasi gajah menghadapi ancaman akibat kerusakan habitat dan perburuan. Karena itu, kolaborasi Difpala, LINKSOS, dan Geopix dinilai menjadi ruang untuk mempertemukan isu konservasi dengan gerakan pelestarian lingkungan yang inklusif.

Kegiatan tersebut juga memberi ruang bahwa penyandang disabilitas dapat mengambil bagian dalam upaya edukasi dan pelestarian alam serta satwa liar Indonesia.

Reporter : Redho Fitriyadi
Editor      : Tim Redaksi