JAKARTA, INSERTRAKYAT.com Melan Achmad memulai karier sebagai pendidik di Aceh pada 1970 dan masih mengajar matematika secara gratis hingga usia 79 tahun melalui platform digital, setelah pensiun pada 2018.

Lebih dari lima dekade mengabdi sebagai pendidik, Melan Achmad tetap berbagi ilmu meski telah memasuki usia 79 tahun. Setelah puluhan tahun mengajar di ruang kelas, ia melanjutkan aktivitas pendidikan melalui media sosial hingga memasuki era Artifisial intelijensi (AI).

Melan memulai karier sebagai pendidik di Aceh pada 1970. Ia kemudian melanjutkan pengabdiannya di Purworejo, Jawa Tengah, sebelum pensiun pada 2018 setelah hampir lima dekade mengajar.

Pensiun tidak menghentikan aktivitas pendidikannya. Dengan bantuan anaknya, Melan mulai membuat konten pembelajaran matematika melalui akun TikTok @binaprestasiswa.

Melalui akun tersebut, Melan mengajar matematika secara gratis. Materi yang dibagikannya dapat diakses masyarakat melalui platform digital sehingga kegiatan belajar tidak lagi terbatas pada ruang kelas.

Di usia 79 tahun, Melan masih menjalankan aktivitas berbagi ilmu tersebut. Pengalaman panjangnya sebagai pendidik kemudian dipadukan dengan teknologi digital untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo menilai perjalanan Melan menunjukkan bahwa usia tidak menjadi batas untuk terus memberikan manfaat melalui teknologi.

“Bapak Melan ini memberikan contoh bahwa usia bukan menjadi batas untuk terus memberikan manfaat. Teknologi digital justru bisa menjadi ruang untuk berbagi ilmu kepada masyarakat secara lebih luas,” ujar Angga dalam puncak perayaan HUT ke-3 Garuda TV bertajuk Mahayuga di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Minggu (9/8/2026).

Angga juga menilai aktivitas Melan memperlihatkan penggunaan teknologi sebagai sarana pendidikan.

“Yang kita lihat dari Pak Melan bukan sekadar kemampuan mengajar matematika. Ada semangat untuk terus belajar, berbagi, dan menggunakan teknologi sebagai sarana pendidikan,” imbuhnya.

Dedikasi Melan sebelumnya mendapat penghargaan dari Presiden Prabowo Subianto pada peringatan Hari Guru Nasional 2024. Saat itu, ia menerima plakat, laptop, dan uang tunai Rp100 juta.

Pada Minggu (9/8/2026), Melan kembali mendapat penghargaan kategori Satria SDM Emas yang diberikan Angga Raka Prabowo dalam puncak perayaan HUT ke-3 Garuda TV di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.

Penghargaan tersebut diberikan ketika Melan tetap menjalankan aktivitas mengajarnya melalui platform digital. Bagi Angga, perjalanan Melan menunjukkan bagaimana teknologi dapat digunakan untuk berbagi pengetahuan kepada masyarakat.

“Ini contoh [luar biasa] bagaimana transformasi digital bisa memberi ruang kepada siapa pun untuk tetap berkarya dan memberikan manfaat. Kita ingin semakin banyak orang menggunakan teknologi untuk hal-hal yang produktif dan memberi nilai bagi masyarakat,” kata Angga.

Teknologi Pendidikan dan Arah Baru Infrastruktur AI Indonesia

Kisah Melan memperlihatkan bagaimana teknologi digital dapat digunakan sebagai ruang baru untuk pendidikan. Di tingkat yang lebih luas, perkembangan teknologi di Indonesia juga mulai diarahkan pada pembangunan infrastruktur kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI).

Pemerintah telah mengumumkan rencana pembangunan AI Factory berkapasitas hingga 1 gigawatt (GW) di Batang, Jawa Tengah. Infrastruktur kecerdasan artifisial tersebut ditargetkan menjadi salah satu yang terbesar di Asia Tenggara.

Inisiatif tersebut diluncurkan melalui Zankore by Indosat, kolaborasi Indosat Ooredoo Hutchison, Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA. Tahap awal pembangunan ditargetkan dimulai pada paruh pertama 2027 dengan kapasitas sekitar 200 megawatt (MW).

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyebut proyek tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor global terhadap ekonomi digital Indonesia. Pemerintah menilai investasi itu dapat memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan teknologi kawasan.

“Pemerintah menyambut baik komitmen empat perusahaan teknologi global untuk membangun AI Factory di Indonesia. Investasi ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan dunia terhadap masa depan ekonomi digital Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi teknologi bernilai tinggi,” kata Meutya di Jakarta, seperti di beritakan InsertRakyat.com pekan lalu.

AI Factory berbeda dari pusat data konvensional. Infrastruktur ini menggabungkan pusat data untuk komputasi AI, GPU berperforma tinggi, jaringan, penyimpanan, hingga layanan GPU-as-a-Service dalam satu ekosistem.

Ekosistem tersebut juga mencakup orkestrasi, pengelolaan beban kerja, dan operasional AI secara end-to-end. Kapasitas komputasi kemudian dapat digunakan untuk mengembangkan maupun menjalankan berbagai layanan kecerdasan artifisial.

Skala investasinya juga menjadi sorotan. Sejumlah kajian internasional memperkirakan pembangunan AI Factory membutuhkan sekitar USD50 juta untuk setiap 1 MW kapasitas komputasi secara end-to-end. Dengan target 1.000 MW, proyek tersebut masuk jajaran investasi infrastruktur AI terbesar yang diumumkan di kawasan Asia Tenggara.

Zankore juga akan mengembangkan dan meng-host Sahabat-AI, model bahasa besar atau Large Language Model (LLM) open-source Indonesia dengan 70 miliar parameter. Model tersebut mendukung Bahasa Indonesia serta sejumlah bahasa daerah, termasuk Jawa, Sunda, Bali, dan Batak.

Platform itu dirancang menyediakan layanan Token-as-a-Service. Skema tersebut ditujukan agar akses terhadap komputasi AI lebih luas bagi masyarakat, UMKM, kementerian dan lembaga, serta pengembang aplikasi.

Meutya menyampaikan dukungan pemerintah terhadap investasi strategis untuk memperkuat daya saing digital Indonesia dan pemanfaatan kecerdasan artifisial yang bertanggung jawab.

Menurut Meutya, pembangunan AI Factory telah dirancang sejak beberapa tahun lalu. Rencana tersebut disebut telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto sekitar dua tahun sebelumnya.

“Rencana ini telah digagas sejak awal dan disampaikan dua tahun lalu kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto. Kini seluruh proses telah mencapai tahap final sehingga dapat diumumkan kepada publik,” ujarnya.

Pengembangan infrastruktur AI Indonesia juga berjalan di sisi manufaktur. Meutya menyebut fasilitas manufaktur GPU pertama di Indonesia tengah dibangun di Cikarang dan ditargetkan diresmikan pada Desember mendatang.

Pemerintah melihat kombinasi infrastruktur, energi, pasar domestik, talenta, dan kebijakan digital sebagai modal pengembangan industri AI. Indonesia memiliki lebih dari 280 juta penduduk sebagai pasar domestik sekaligus basis pengguna teknologi.

“Ketika infrastruktur, pasar, talenta, dan kebijakan berjalan beriringan, Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk menjadi salah satu pusat pengembangan AI di kawasan,” ujar Meutya.

Pemerintah menyatakan dukungan akan diarahkan pada investasi strategis dan pengembangan AI yang bertanggung jawab. Pemanfaatan teknologi tersebut juga diharapkan berlangsung inklusif serta menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Reporter : Mhd Iqbal/Syamsul Bahri

Editor       : Tim Redaksi