JAKARTA, InsertRakyat.com — Ketua Umum DPN PERMAHI Azhar Sidiq S mendorong pemuda menjadikan momentum refleksi kemerdekaan sebagai ruang untuk memperkuat persatuan dan mengambil peran nyata dalam menyelesaikan persoalan bangsa.

Ketua Umum DPN PERMAHI Azhar Sidiq S menyampaikan pandangan tersebut dalam diskusi lintas organisasi kepemudaan di Warung Aceh Garuda, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu, 16 Agustus 2026. Menurut Azhar, pemuda memiliki posisi strategis karena membawa modal intelektual, keberanian, kreativitas, dan energi perubahan.

Azhar menilai perbedaan antarkelompok pemuda tidak semestinya berubah menjadi sumber perpecahan. Perbedaan gagasan dan latar belakang, menurut dia, justru dapat menjadi modal untuk saling melengkapi dan membangun kerja bersama.

“Pemuda hari ini harus mampu memberikan kontribusi. Jangan hanya menjadi bagian dari perdebatan, tetapi harus menjadi bagian dari penyelesaian,” ujar Azhar.

Ia menempatkan DPN PERMAHI sebagai ruang pembelajaran, kolaborasi, dan pengabdian bagi mahasiswa hukum. Menurutnya, kemampuan akademik saja tidak cukup. Kader hukum juga perlu memiliki kepedulian terhadap pembangunan dan kepentingan masyarakat.

Kontribusi pemuda, kata Azhar, dapat dilakukan melalui pendidikan, penguatan supremasi hukum, demokrasi yang sehat, ekonomi produktif, transformasi digital, inovasi, dan pengabdian masyarakat. Ia menekankan bahwa kontribusi tidak selalu harus berbentuk gerakan besar. Peningkatan kompetensi, menjaga integritas, memberikan edukasi, menciptakan inovasi, dan membangun dialog yang sehat juga merupakan bentuk kontribusi yang dapat dilakukan secara konsisten.

Pandangan tersebut sejalan dengan arah kepemimpinan PERMAHI periode 2026–2028. Situs resmi DPN PERMAHI mencatat Azhar Sidiq S sebagai Ketua Umum untuk periode tersebut. Ia terpilih dalam Kongres X PERMAHI pada Februari 2026.

Dalam Kongres X yang berlangsung pada 2–5 Februari 2026, Azhar memperoleh 24 dari 40 suara sah. Chairul Anwar memperoleh 16 suara, sedangkan M. Pati Abdillah tidak memperoleh suara. Hasil tersebut juga dilaporkan RRI sebagai penetapan Azhar sebagai Ketua Umum DPN PERMAHI periode 2026–2028.

Azhar juga mengingatkan bahwa kedaulatan Indonesia tidak hanya berkaitan dengan politik dan wilayah. Menurut dia, kedaulatan mencakup hukum, ekonomi, pangan, energi, teknologi, pendidikan, serta kualitas sumber daya manusia. Karena itu, pemuda perlu memiliki wawasan kebangsaan sekaligus kemampuan membaca perubahan global.

Dalam diskusi refleksi kemerdekaan, ia menilai perbedaan organisasi, gagasan, maupun pilihan politik merupakan bagian dari dinamika demokrasi. Perbedaan tersebut, menurutnya, harus dikelola melalui dialog dan kedewasaan politik.

“Bangsa ini terlalu besar untuk dibangun oleh satu kelompok saja. Indonesia membutuhkan kolaborasi. Pemuda dari berbagai latar belakang harus menemukan titik temu dalam kepentingan kebangsaan,” tegas Azhar.

Ia berharap momentum kemerdekaan tidak berhenti pada agenda seremonial. Bagi PERMAHI, momentum tersebut perlu diterjemahkan menjadi dorongan untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas demokrasi, menegakkan hukum, memperkuat ekonomi nasional, dan memperluas pengabdian kepada masyarakat.

“Masa depan bangsa membutuhkan generasi muda yang mampu membawa gagasan, bekerja dengan integritas, dan membangun kolaborasi tanpa menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk terpecah,” kunci Azhar.

Penulis : Rifqi