PADANG PANJANG, InsertRakyat.com — Dua siswa SMPN 1 Padang Panjang berhasil melaju ke tingkat nasional Festival dan Lomba Seni Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2026 setelah meraih hasil terbaik pada tahapan di tingkat provinsi.
Keduanya merupakan peserta cabang Menulis Cerita dan Ilustrasi yang mendapat pembinaan dari pelatih Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang.
Dua siswa tersebut adalah Arkania Queen Al Ghany Oktal, siswa kelas IX A SMPN 1 Padang Panjang, yang mengikuti cabang Menulis Cerita dengan pembinaan Muhammad Subhan, S.Sos.I., serta Kenesa Rahidatul Aisy, siswa kelas IX E, pada cabang Ilustrasi dengan pembinaan Mursidiq, S.Ds., M.Sn.
Pimpinan Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang, Dr. Sulaiman Juned, S.Sn., M.Sn., mengatakan Kuflet memiliki pelatih yang berpengalaman di berbagai cabang seni dan sastra yang diperlombakan dalam FLS3N, baik tingkat SD, SMP maupun SMA yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).
“Tahun ini ada dua cabang yang dilatih pelatih Kuflet untuk tingkat SMP menuju nasional, yakni Menulis Cerita dan Ilustrasi,” ujar Sulaiman Juned saat ditemui InsertRakyat.com di Sekretariat Komunitas Seni Kuflet, Selasa (11/8/2026).
Menurut Sulaiman, pelatih-pelatih Kuflet telah berulang kali membina siswa dalam berbagai cabang seni, seperti Mendongeng, Bercerita, Pantomim, Cipta Puisi, Baca Puisi, Monolog, Desain Poster, Menulis Cerita, Menulis Cerpen, Jurnalistik, dan Ilustrasi.
Pembinaan tersebut, kata dia, telah mengantarkan sejumlah siswa meraih prestasi di tingkat nasional, mulai dari medali emas, perak, perunggu hingga juara favorit.
“Jika ingin mendapat juara memang harus berlatih secara reguler dengan pelatih profesional,” tutur sastrawan dan sutradara teater yang juga Dosen Teater ISI Padang Panjang tersebut.
Sementara itu, pelatih sekaligus pembina cabang Ilustrasi, Mursidiq, mengatakan Kenesa merupakan siswa yang memiliki bakat kuat dalam bidang ilustrasi, baik secara manual maupun digital.
Menurutnya, kemampuan Kenesa terlihat dari kecepatannya memahami materi dan menerapkannya dalam karya.
Selain memiliki kemampuan teknis, Kenesa juga mampu menyelesaikan ilustrasi dengan cepat sehingga memiliki waktu lebih untuk melakukan penyempurnaan atau finishing.
“Kenesa memiliki kelebihan. Selain mahir dalam ilustrasi, ia juga mampu mengerjakan ilustrasi dengan cepat sehingga sisa waktu yang ada bisa digunakan untuk finishing dengan leluasa,” ujar Mursidiq.
Mursidiq menambahkan, sejak awal proses pembinaan, Kenesa menunjukkan kedisiplinan dan keterbukaan terhadap kritik serta saran yang diberikan terhadap karyanya.
“Saya berharap dalam kompetisi nasional nanti ia mampu menjuarai bidang Ilustrasi. Saya merasa 75 persen Kenesa memiliki peluang tersebut,” katanya.
Guru pendamping Kenesa, Salfi Ayuna Putri, S.Pd., mengatakan, FLS3N 2026 merupakan tahun kedua Kenesa mengikuti kompetisi pada cabang Ilustrasi.
Pada FLS3N 2025, Kenesa berhasil menempati posisi keempat tingkat Provinsi Sumatera Barat. Tahun ini, berkat motivasi dan dukungan dari pihak sekolah serta pembinaan pelatih, Kenesa berhasil melaju ke tingkat nasional sebagai perwakilan Sumatera Barat.
“Alhamdulillah, tahun ini dengan penuh keyakinan dan motivasi dari semua pihak di sekolah, termasuk pelatih, Kenesa maju ke tingkat nasional dan menjadi perwakilan Provinsi Sumatera Barat. Kita berharap Kenesa dapat membawa pulang medali,” ujar Salfi. (soerya)
Penulis: Soeryadarma Isman
Editor: Supriadi Buraerah








































