AI dan Kendali Manusia

Meutya menegaskan tiga kemampuan utama yang idealnya dimiliki generasi muda: berpikir kritis dan berani bertanya, menciptakan inovasi, serta bertanggung jawab. Ketiganya menjadi bekal agar anak muda mampu mengubah kemudahan teknologi menjadi karya yang memberi dampak.

Menjelang 100 Tahun Sumpah Pemuda pada 2028, ia mengajak generasi muda menyatukan pengetahuan, inovasi, dan teknologi untuk memajukan Indonesia. Kemajuan digital tetap membutuhkan kendali manusia, terutama dalam keputusan yang menyangkut kehidupan masyarakat.

“Meskipun teknologi sudah bisa seperti itu, keputusan akhir harus ada di manusia. Kita harus jadi pemimpin dari AI itu sendiri,” ujar Meutya. Mesin tidak memiliki nilai kemanusiaan seperti empati dan kecintaan terhadap tanah air. “AI tidak punya tanah air,” kuncinya. (rom/rom).

Ikuti informasi dan berita terbaru bersama InsertRakyat.com. Follow: WhatsApp Channel | Facebook | Instagram | TikTok

BERITA TERKINI EDITORIAL