Inovasi AI dan Talenta Digital

Untuk menyiapkan talenta digital, pemerintah mendorong pendidikan sains dan teknologi, riset, serta kolaborasi perguruan tinggi dengan startup dan investor. Melalui Garuda Spark Innovation Hub, pemerintah telah mengembangkan 10 Innovation Hub, menjangkau 15.700 talenta, membina 80 startup, dan mencatat investasi langsung Rp429,5 miliar.

Meutya menyebut ekosistem AI membutuhkan infrastruktur digital dan komputasi, tata kelola serta data berkualitas, pengembangan talenta dan riset, serta akses pembiayaan dan pasar. Keempat unsur itu saling berkaitan dalam membangun kemampuan teknologi nasional.

Pemerintah juga menyiapkan Peraturan Presiden tentang Etika AI dan Peta Jalan AI. Meutya menyatakan regulasi tersebut bertujuan menjaga keamanan inovasi sekaligus melindungi masyarakat, bukan membatasi perkembangan teknologi.

Pemanfaatan AI perlu menjawab persoalan yang ada. Meutya lalu mencontohkan penggunaan AI dan Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan lumbung padi di Sragen, membantu petambak ikan nila di Sukabumi menghemat listrik, serta mendukung UMKM membaca data pelanggan.

Kualitas AI juga bergantung pada keragaman data yang digunakan. Data yang timpang dapat menghasilkan teknologi bias dan mengabaikan kebutuhan kelompok masyarakat tertentu. Karena itu, pengembangan AI perlu mencakup pengalaman serta kondisi masyarakat dari Sabang sampai Merauke.

“Yang kita perlukan untuk produktivitas bukan validasi, tapi informasi yang akurat,” kata Meutya saat menjelaskan pentingnya data yang beragam dalam pengembangan AI.

BERITA TERKINI EDITORIAL