JAMBI, INSERTRAKYAT.com — Kedatangan Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI Dr. Ir. H. Afriansyah Noor, M.Si., IPU., di Jambi membawa perhatian pada kesiapan tenaga kerja lokal Tanjung Jabung Barat menghadapi perubahan pasar kerja.
Afriansyah tiba di Bandara Sultan Thaha Jambi, Minggu (9/8/2026). Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat Dr. H. Katamso Syafe’i Ahmad, S.E., M.E. (Katamso SA), bersama Ketua GOW Kabupaten Tanjung Jabung Barat Marina Septiani Katamso, S.IP., menyambut kedatangan Wamenaker beserta istri.
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka kunjungan kerja sekaligus menghadiri rangkaian Hari Jadi ke-61 Kabupaten Tanjung Jabung Barat Tahun 2026.
Bagi Tanjung Jabung Barat, agenda tersebut berkaitan dengan tantangan memperkuat posisi tenaga kerja lokal di tengah aktivitas ekonomi daerah. Tanjung Jabung Barat memiliki potensi minyak dan gas bumi, pertanian, perkebunan, perikanan, perdagangan, jasa, serta UMKM.
Katamso menilai potensi ekonomi tersebut perlu diikuti peningkatan kompetensi masyarakat. Tenaga kerja lokal harus memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
“Kita ingin masyarakat Tanjung Jabung Barat tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu menjadi pelaku utama dalam pertumbuhan ekonomi daerah,” tegas Katamso.
Karena itu, pemerintah daerah mendorong penguatan pelatihan, sertifikasi kompetensi, pemagangan, dan pengembangan kewirausahaan. Program tersebut diharapkan memiliki keterkaitan dengan kebutuhan lapangan kerja.
Katamso juga berharap dukungan Kementerian Ketenagakerjaan dapat memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Perlindungan pekerja juga menjadi bagian dari agenda ketenagakerjaan daerah.
“Kehadiran Pak Wamenaker menjadi kehormatan bagi kami sekaligus momentum untuk memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah. Kami berharap dukungan Kementerian Ketenagakerjaan dapat semakin mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, perluasan kesempatan kerja, serta perlindungan bagi para pekerja di Tanjung Jabung Barat,” ujarnya.
Aspek perlindungan pekerja turut terlihat dari kehadiran jajaran BPJS Ketenagakerjaan. Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Jambi Hendra Elvian dan Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Tanjung Jabung Barat Indro Agus Febrianto hadir dalam agenda tersebut.
Turut hadir Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jambi Arief Munandar, S.E., sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi, serta Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tanjung Jabung Barat Debbie Martha Sagita, S.Kom., M.E.
Kehadiran sejumlah pemangku kepentingan tersebut memperlihatkan bahwa persoalan ketenagakerjaan membutuhkan koordinasi lintas sektor. Peningkatan kompetensi, penciptaan kesempatan kerja, kebutuhan industri, dan perlindungan pekerja saling berkaitan.
Katamso mengatakan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat akan terus membangun kolaborasi dengan pemerintah pusat, dunia usaha, dan pemangku kepentingan terkait.
“Dengan kolaborasi yang kuat, kita optimistis tenaga kerja lokal semakin siap menghadapi kebutuhan dunia usaha dan industri, sekaligus mampu bersaing di tengah perubahan dunia kerja,” katanya.
Tantangan berikutnya adalah memastikan gagasan tersebut diterjemahkan ke dalam program yang terukur. Pelatihan harus menjawab kebutuhan pasar kerja, sedangkan sertifikasi dan pemagangan perlu memberi manfaat nyata bagi pencari kerja.
Keberhasilan pembangunan ketenagakerjaan tidak cukup diukur dari jumlah program yang dijalankan. Ukurannya juga terletak pada kemampuan masyarakat memperoleh keterampilan, pekerjaan layak, perlindungan, dan peluang meningkatkan kesejahteraan.
Kunjungan Wamenaker menjadi ruang bagi pemerintah daerah memperkuat komunikasi kebijakan ketenagakerjaan. Bagi Tanjung Jabung Barat, potensi ekonomi daerah perlu berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas masyarakat lokal.
Reporter : Apriandi
Editor : Supriadi Buraerah





















































