GOWA, INSERTRAKYAT.com — Tepat Minggu, 26 Desember 2004, laut di pesisir Aceh berubah menjadi ancaman yang tak pernah dibayangkan. Dalam hitungan menit, gelombang raksasa menyapu permukiman, jalan, pelabuhan, hingga pusat-pusat kehidupan. Tsunami yang dipicu gempa megathrust berkekuatan magnitudo 9,1–9,3 di barat laut Sumatra kemudian tercatat sebagai salah satu bencana paling mematikan dalam sejarah dunia.

Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, gempa yang terjadi pukul 07.58 WIB itu memicu deformasi dasar laut secara ekstrem sehingga menghasilkan tsunami berenergi tinggi yang menjalar ke berbagai negara di Samudra Hindia. Kala itu, Aceh menjadi wilayah dengan korban terbanyak, diperkirakan mencapai 160 ribu hingga 170 ribu jiwa. (Pernyataan BMKG, Daryono yang diterima InsertRakyat.com).

Baca JugaMemahami Aceh dan Kalimantan Dalam Jejak Peristiwa Gempa Bumi dan Tsunami

Seiring besarnya angka korban, terdapat pula ribuan kisah tentang mereka yang berhasil bertahan hidup. Salah satunya adalah Muhammad Yusuf Usman, seorang perwira muda Polri yang ketika itu baru meniti awal pengabdiannya setelah lulus dari Akademi Kepolisian.

Saat gelombang [Tsunami] datang, Yusuf Usman bersama puluhan personel kepolisian sedang bertugas. Arus tsunami menyeretnya, sebelum akhirnya terdampar di sebuah bukit di Banda Aceh.

“Anggota saya 60 orang, 16 orang yang hilang. Sama-sama terbawa air. Rombongan saya yang satu Polsek, tujuh orang sama saya, satu pun tidak ketemu kecuali saya,” kenangnya.

Baca Juga : Anak Korban Tsunami 2004 Asal Aceh Itu Melepas Masa Lajang

Di tengah derasnya arus yang menghanyutkan rumah, kendaraan, dan pepohonan, pikirannya hanya tertuju kepada ibunya.

“Demi Allah, yang saya ingat waktu terbawa arus tsunami adalah orang tua saya, ibu saya. Saya tidak pernah berpikir akan bertemu lagi dengan ibu saya,” tuturnya.

Pengalaman itu menjadi bagian dari perjalanan hidup Kombes Pol. Dr. Muh. Yusuf Usman, S.H., S.I.K., M.T., C.I.P.A.. Peristiwa tersebut membentuk cara pandangnya terhadap kehidupan, pengabdian, dan tanggung jawab sebagai anggota Polri.

“Pelajaran yang bisa kita ambil, sekuat apa pun manusia mengumpulkan harta, semuanya bisa habis pada waktu yang tidak terduga. Dari situlah saya paham, tidak ada orang yang hebat. Yang hebat adalah Zat yang menciptakan kita, yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujarnya.

Dua puluh dua tahun setelah selamat dari tsunami, perjalanan pengabdian Yusuf Usman membawanya ke Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Daerah yang dikenal sebagai Butta Gowa itu menjadi tempat tugas berikutnya setelah ia mengemban amanah di Palopo, Soppeng, dan Mabes Polri.

Informasi yang diterima InsertRakyat.com, Selasa (4/8/2026), Yusuf Usman resmi menjabat Kapolresta Gowa sejak 30 Juni 2026. Penugasan itu bertepatan dengan perubahan status Polres Gowa menjadi Polresta Gowa, sehingga ia tercatat sebagai Kapolresta Gowa pertama sejak peningkatan tipe kesatuan tersebut.

Perjalanan tugasnya dimulai dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. Kedatangannya disambut jajaran Pejabat Utama (PJU) Polresta Gowa sebelum mengikuti upacara serah terima jabatan di Mapolda Sulawesi Selatan.

Usai sertijab, Yusuf Usman menuju Mapolresta Gowa. Prosesi adat, tarian Paduppa, dan jajar kehormatan menyambut kedatangannya sebagai penanda dimulainya masa tugas di wilayah hukum Polresta Gowa.

Pada hari pertama bertugas, ia langsung membangun komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Gowa melalui silaturahmi bersama Wakil Bupati Gowa dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah. Pertemuan itu menjadi langkah awal memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan mendukung pembangunan daerah.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan saat memimpin apel perdana di Lapangan Apel Griya Bhayangkara Polresta Gowa. Di hadapan seluruh personel, Yusuf Usman menekankan pentingnya disiplin, soliditas, profesionalisme, serta pelayanan yang cepat, humanis, dan berintegritas.

Agenda hari pertamanya ditutup dengan Safari Subuh Kamtibmas di Masjid Tua Katangka, Kecamatan Somba Opu. Seusai salat Subuh, ia berdialog dengan jamaah, mendengarkan aspirasi warga, sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas sebagai bagian dari upaya memperkuat kemitraan antara Polri dan masyarakat.

Sejak awal masa tugasnya, Yusuf Usman memilih membangun kedekatan melalui komunikasi langsung. Pendekatan itu menjadi langkah awal dalam menjalankan amanah sebagai Kapolresta Gowa di salah satu daerah yang memiliki nilai sejarah penting di Sulawesi Selatan.

Jejak Pengabdian dari Sumatera Barat hingga Gowa

Kombes Pol Yusuf Usman Hadiri Sertijab Pejabat Utama dan Kapolres Jajaran Polda Sulsel
Kapolresta Gowa Kombes Pol Yusuf Usman dan Istrinya/Ny. (Foto Istimewa).

Rekam jejak Kombes Pol. Dr. Muh. Yusuf Usman, S.H., S.I.K., M.T., C.I.P.A. terbentuk melalui berbagai penugasan di sejumlah daerah sebelum akhirnya dipercaya memimpin Polresta Gowa.

Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 2003 itu mengawali karier sebagai Perwira Pertama di Polres 50 Kota, Sumatera Barat. Penugasan awal tersebut menjadi fondasi dalam membangun pengalaman lapangan sebagai anggota Polri.

Kariernya kemudian berlanjut sebagai Kasat Samapta Polres Lhokseumawe, Aceh. Daerah itu masih berada dalam fase pemulihan setelah konflik berkepanjangan dan bencana tsunami yang mengubah wajah Aceh pada penghujung 2004.

Dari Aceh, Yusuf Usman kembali ke Sulawesi Selatan dan dipercaya menjabat Kasat Lalu Lintas Polrestabes Makassar. Selanjutnya, ia mengemban tugas sebagai Kasubdit Regident Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Selatan, dengan fokus pada pelayanan administrasi kepolisian dan penguatan sistem registrasi serta identifikasi kendaraan bermotor.

Membangun Pelayanan di Kota Palopo

Kepala Kepolisian Resort Palopo AKBP Yusuf Usman,S.H.,S.I.K.,M.T yang didampingi oleh Waka Polres dan para pejabat utama melaksanakan safari Jumat di Masjid Nurul Yaqin, Jl. Lasaktia Raja, KM 4 Kel. Lebang Kec. Wara Barat Kota Palopo. Jum’at 18 Februari 2022
Kepala Kepolisian Resort Palopo AKBP Yusuf Usman,S.H.,S.I.K.,M.T yang didampingi oleh Waka Polres dan para pejabat utama melaksanakan safari Jumat di Masjid Nurul Yaqin, Jl. Lasaktia Raja, KM 4 Kel. Lebang Kec. Wara Barat Kota Palopo. Jum’at 18 Februari 2022. (Foto Istimewa).

Pada November 2021, Yusuf Usman dipercaya memimpin Polres Palopo.

Kota Palopo merupakan salah satu daerah otonom di Sulawesi Selatan dengan luas wilayah 247,52 kilometer persegi, terdiri atas 9 kecamatan dan 48 kelurahan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kota ini berkembang sebagai pusat perdagangan, jasa, pendidikan, dan perekonomian kawasan Luwu Raya.

Secara geografis, Palopo berbatasan dengan Kabupaten Luwu di sebelah utara dan timur, Kecamatan Bua di sebelah selatan, serta Kabupaten Tana Toraja di sebelah barat. Wilayah pesisir yang menghadap Teluk Bone menjadikan Palopo sebagai salah satu pintu gerbang kawasan timur Sulawesi Selatan.

Polres Palopo membawahi empat Polsek, yakni Polsek Wara, Wara Utara, Wara Selatan, dan Telluwanua. Selain itu, terdapat Polsubsektor Wara Barat untuk memperkuat pelayanan kepolisian di wilayah kota.

Selama memimpin Polres Palopo, Yusuf Usman mendorong penguatan pelayanan publik dan memperluas komunikasi dengan masyarakat. Berbagai inovasi pelayanan dikembangkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Mengawal Stabilitas Bumi Latemmamala

Kapolres Soppeng AKBP Dr. H. Muh. Yusuf Usman,S.H.,S.I.K.,M.T.,CIPA kembali menggelar silaturahmi kepada sejumlah Tokoh sekaligus pemberian Bansos,Selasa 7/1/2024.
Kapolres Soppeng AKBP Dr. H. Muh. Yusuf Usman,S.H.,S.I.K.,M.T.,CIPA kembali menggelar silaturahmi kepada sejumlah Tokoh sekaligus pemberian Bansos,Selasa 7/1/2024. (Foto Istimewa). 

Pada Januari 2023, Yusuf Usman kembali menerima amanah sebagai Kapolres Soppeng.

Kabupaten Soppeng memiliki luas wilayah sekitar 1.500 kilometer persegi dengan jumlah penduduk 242.354 jiwa berdasarkan data BPS Tahun 2025. Daerah yang dijuluki Bumi Latemmamala itu terdiri atas 8 kecamatan dengan karakter wilayah yang didominasi kawasan pertanian, perkebunan, dan perbukitan.

Secara geografis, Soppeng berbatasan dengan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) di utara, Kabupaten Bone di timur, Kabupaten Barru di barat, serta Kabupaten Wajo dan Bone di bagian selatan.

Wilayah hukum Polres Soppeng mencakup 7 Polsek, yaitu Polsek Lalabata, Marioriawa, Marioriwawo, Lilirilau, Liliriaja, Donri-Donri, dan Citta. Adapun Kecamatan Ganra berada dalam wilayah hukum Polsek Marioriawa.

Di Soppeng, Yusuf Usman dikenal aktif membangun komunikasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, kalangan pesantren, serta berbagai komunitas melalui Safari Kamtibmas.

Program tersebut menjadi ruang dialog antara kepolisian dan masyarakat sekaligus memperkuat upaya menjaga keamanan secara partisipatif.

Masa kepemimpinannya juga berlangsung pada tahapan Pemilu Serentak, dengan situasi keamanan di Kabupaten Soppeng tetap terjaga hingga seluruh proses pemungutan dan penghitungan suara berjalan kondusif.

Menjelang akhir masa jabatannya, Yusuf Usman memberikan hadiah umrah kepada sejumlah personel berprestasi sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka selama bertugas.

Prestasi dalam Pengabdian

Sejumlah penghargaan turut mengiringi perjalanan dinas Yusuf Usman.

Pada 2023, Polres Soppeng menerima penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas pelaksanaan Safari Kamtibmas Subuh terbanyak oleh satuan Polres.

Penyintas Tsunami Aceh Kini Mengemban Amanah di Butta Gowa
Safari Subuh Terbanyak, Kapolres Soppeng, Yusuf Yusman Terima Penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia pada 2023.

Di tahun yang sama, Polres Soppeng juga memperoleh penghargaan Kapolri sebagai Polres Terbaik se-Sulawesi Selatan dalam pelaksanaan Quick Wins Presisi.

Saat menjabat Kapolres Palopo, Yusuf Usman meraih Juara I Itwasda Polda Sulawesi Selatan atas penyelesaian tercepat Pengaduan Masyarakat (Dumas) Presisi.

Selain itu, ia menerima berbagai tanda kehormatan, termasuk Satyalancana Kesetiaan, atas pengabdiannya di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Setelah menyelesaikan tugas di Soppeng, Yusuf Usman dipercaya bertugas di Mabes Polri sebagai Kasubbagren Bagrenmin Korsabhara Baharkam Polri.

Penugasan di tingkat nasional tersebut menjadi bagian dari perjalanan kariernya sebelum kembali ke Sulawesi Selatan untuk memimpin Polresta Gowa, membawa pengalaman lapangan, manajerial, dan pembinaan organisasi yang diperoleh dari berbagai daerah penugasan.

Butta Gowa Bersejarah, Amanah Baru di Tanah Para Raja

Kombes Pol Yusuf Usman mengambil apel perdana di Mapolresta Gowa
Kombes Pol Yusuf Usman mengambil apel perdana di Mapolresta Gowa. (Foto Istimewa/humas).

Setiap daerah memiliki tantangannya sendiri. Kabupaten Gowa tidak hanya dikenal karena pertumbuhan wilayahnya yang pesat, tetapi juga karena sejarah panjang yang menjadikannya salah satu pusat peradaban terbesar di kawasan timur Nusantara.

Nama Gowa telah tercatat dalam perjalanan sejarah Indonesia jauh sebelum republik ini berdiri. Dari wilayah inilah lahir Kerajaan Gowa-Tallo, kerajaan maritim yang pada abad ke-16 hingga ke-17 berkembang menjadi salah satu pusat perdagangan, pemerintahan, dan penyebaran Islam di Indonesia bagian timur.

Warisan sejarah itu masih terasa hingga kini. Masyarakat mengenalnya sebagai Butta Gowa Bersejarah, sebuah daerah yang tumbuh dengan semangat keberanian, keterbukaan, dan persaudaraan yang diwariskan para pendahulunya.

Di tengah perkembangan tersebut, Kabupaten Gowa kini menjadi salah satu kawasan penyangga utama Kota Makassar. Aktivitas pemerintahan, pendidikan, perdagangan, industri, hingga kawasan permukiman berkembang sangat cepat seiring meningkatnya mobilitas masyarakat di wilayah metropolitan Mamminasata.

Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Gowa, wilayah ini memiliki luas 1.883,33 kilometer persegi yang terbagi ke dalam 18 kecamatan. Jumlah penduduk pada 2025, mencapai 841.730 jiwa, menjadikannya salah satu kabupaten berpenduduk terbesar di Sulawesi Selatan.

Secara geografis, Kabupaten Gowa berbatasan dengan Kabupaten Maros dan Kota Makassar di sebelah utara, Kabupaten Takalar.

Posisi tersebut menjadikan Gowa sebagai wilayah yang memiliki mobilitas penduduk sangat tinggi. Dinamika sosial, ekonomi, hingga arus lalu lintas terus berkembang dari waktu ke waktu, sehingga membutuhkan dukungan keamanan yang adaptif dan responsif.

Untuk menjalankan fungsi pelayanan kepolisian, Polresta Gowa membawahi 13 Polsek, yakni:

  • Polsek Somba Opu
  • Polsek Pallangga
  • Polsek Barombong
  • Polsek Bajeng
  • Polsek Bontonompo
  • Polsek Bontomarannu
  • Polsek Manuju
  • Polsek Parangloe
  • Polsek Tinggimoncong
  • Polsek Tombolopao
  • Polsek Bungaya
  • Polsek Tompobulu
  • Polsek Biringbulu

Selain itu, pelayanan masyarakat juga diperkuat melalui lima Pos Polisi (Pospol) yang berada di Bajeng Barat, Bontonompo Selatan, Pattallassang, Parigi, dan Botolempangan.

Jaringan pelayanan tersebut menjadi garda terdepan Polresta Gowa dalam menjangkau masyarakat, mulai dari kawasan perkotaan hingga wilayah pegunungan.

Di wilayah hukum inilah Kombes Pol. Dr. Muh. Yusuf Usman, S.H., S.I.K., M.T., C.I.P.A. memulai babak baru pengabdiannya.

Sejak resmi menjabat sebagai Kapolresta Gowa pada 30 Juni 2026, langkah pertamanya lebih banyak diisi dengan penguatan koordinasi dan komunikasi.

Perjalanan itu diawali saat tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. Kedatangannya disambut jajaran Pejabat Utama (PJU) Polresta Gowa sebelum mengikuti prosesi serah terima jabatan di Mapolda Sulawesi Selatan.

Usai sertijab, Yusuf Usman menuju Mapolresta Gowa. Penyambutan berlangsung dalam balutan budaya lokal melalui Tarian Paduppa, prosesi adat, dan jajar kehormatan sebagai simbol penghormatan sekaligus awal pengabdian di Butta Gowa.

Memasuki hari pertama bertugas, ia bersilaturahmi dengan Pemerintah Kabupaten Gowa bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Pertemuan tersebut menjadi [lembaran] memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, serta berbagai elemen masyarakat dalam menjaga keamanan sekaligus mendukung pembangunan daerah.

Giat itu kemudian dilanjutkan saat memimpin apel perdana di Lapangan Apel Griya Bhayangkara Polresta Gowa.

Dalam arahannya, Yusuf Usman mengajak seluruh personel menjaga disiplin, memperkuat soliditas, meningkatkan profesionalisme, serta menghadirkan pelayanan kepolisian yang cepat, humanis, dan berintegritas.

Agenda berikutnya Yusuf Yusman ke Masjid Tua Katangka di Kecamatan Somba Opu. Di sanalah ia banyak bertemu dengan masyarakat dalam agenda pelaksanaan Safari Subuh Kamtibmas.

Di tempat bersejarah tersebut, Yusuf Usman berdialog langsung dengan jamaah, mendengarkan aspirasi masyarakat, serta menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban dalam suasana yang akrab dan sejuk.

Seluruh rangkaian kegiatan sejak hari pertama menjadi bagian dari upaya mengakselerasi 13 program prioritas Polresta Gowa, yang diarahkan pada peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan profesionalisme personel, percepatan respons terhadap kebutuhan masyarakat, dan pemeliharaan situasi kamtibmas yang kondusif.

Perjalanan panjang dari Sumatera Barat, Aceh, Makassar, Palopo, Soppeng, hingga Mabes Polri kini bermuara di Butta Gowa Bersejarah.

Pengalaman menghadapi bencana, mengelola dinamika wilayah, membangun komunikasi dengan masyarakat, hingga memimpin berbagai satuan menjadi bekal Yusuf Yusman dalam mengemban amanah baru di Mapolresta Gowa.

.

Penulis : Muhammad Azhari Halim

Editor    : Supriadi Buraerah