Hafis Azhari. Peneliti historical memory, juga penulis novel Pikiran Orang Indonesia dan Perasaan Orang Banten.

Bebas dari Ketergantungan

Konflik global semakin saling terhubung,
perkembangan di satu wilayah
kian memengaruhi keputusan strategis di tempat lain.
Selama ini, bangsa-bangsa di negeri Asia
sangat bergantung pada impor energi dari Teluk.
Gangguan itu akan membebani kita semua,
ditambah urusan sumber-sumber daya domestik.
Semua itu mendorong kita agar kembali
mengindahkan petuah Bung Karno dan Bapak Bangsa,
berdaulat dalam politik dan mandiri dalam ekonomi.
Karena ketika konflik dan perang berlarut-larut,
dapat dipastikan sesuai hukum alam dan sunnatullah
akan terjadi deindustrialisasi besar-besaran,
yang memaksa kita agar hidup tegar
serta berdiri di telapak kaki sendiri.

Sistem Para Dajjal

Sistem yang telah dibangun para dajjal
tak ubahnya sistem elit-elit global
yang kelak saling memangsa satu sama lain.
Bagaikan induk semang yang memangsa abdi-abdinya,
bagaikan tuan tanah yang memangsa rakyat jelata.
Mereka akan menerkam dan menguasai,
di antara mereka yang lepas landas
akan menginjak landasan-landasannya.
Mereka para pencinta dunia
yang gemar memakan harta riba
dan menghimpun keuntungan berlipat-lipat.
Mereka mengendalikan orang-orang yang bisa diatur,
dijajah dan dieksploitasi sekehendak nafsunya.
Kecuali mereka yang ikhlas
membela dan menegakkan agama Allah
yang menjadikan kebenaran sebagai pegangannya,
serta keadilan sebagai tujuannya.

Masa Depan Bersama Allah

Konflik yang dipicu negeri adidaya
bagaikan bumerang dan senjata makan tuan.
Mereka sulit menemukan upaya diplomatik,
karena dusta dan kebohongan yang kian menebal
serta drama yang dibuat-buat oleh dirinya sendiri.
Keangkuhan dan kesombongan mereka
membuat ekonomi global semakin tak menentu.
Tak adanya jalan keluar yang jelas,
hingga menjebak kekuatan besar dalam siklus eskalasi.
Kenaikan biaya energi dan kendala pasokan
memaksa kita agar menimbang kembali
ketergantungan pada jaringan perdagangan global
agar berusaha beralih ke sektor produksi lokal.
Pemimpin dan sebagian bangsa yang terlena
dan bergantung pada kekuasaan adidaya
harus berani jujur dan berputar haluan
mengevaluasi strategi pertahanan
dalam lingkungan geopolitik yang lebih manusiawi.
Kini, semua bangsa akan semakin terdampak,
tergantung siapa yang paling tangguh
dan siap untuk berinovasi dan beradaptasi.
Dan yang terpenting, harus selalu terkoneksi
pada keagungan Sang Ilahi sebagai Sang Penggenggam
jagat makro dan jagat mikro dalam tubuh-tubuh kita.

Penulis: Hafis Azhari
Editor: Ayu K. Ardi

Catatan Redaksi:
BILIK ELIPSIS adalah Ruang Sastra yang dikelola Majalah Digital elipsis bersama Sekolah Menulis elipsis bekerja sama dengan koran digital InserRakyat.com. Terbit setiap pekan, menayangkan cerpen, puisi, dan esai terkurasi. Kirim naskah ke BILIK ELIPSIS via surel: majalahelipsis@gmail.com.

Terbaru

Gedung Tua

Bilik Elipsis
2 menit yang lalu

Sajak-Sajak Ahmad Maliki Mashar

Bilik Elipsis
10 menit yang lalu

Puisi-Puisi Hafis Azhari

Bilik Elipsis
2 jam yang lalu

Puisi-Puisi Azmi ‘Ulya

Bilik Elipsis
3 jam yang lalu

News