SUMBA TIMUR, InsertRakyat.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru saja sukses menggelar program KPK Mengajar di SMP Negeri Matawai La Pawu, unkap Juru bicara (Jubir) KPK, Budi Prasetyo kepada InsertRakyat.com, Senin (10/8/2026).
Budi menyatakan, SMP terletak di Desa Praibokul, Kecamatan Matawai La Pawu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kiat KPK berlangsung sejak awal Agustus di sana, untuk memperkuat pendidikan integritas anak bangsa, sejak bangku sekolah.
“KPK mengajar ini adalah upaya KPK memperluas pendidikan antikorupsi ke berbagai daerah, termasuk wilayah yang berada jauh dari pusat pemerintahan,” ulas Budi.
Dalam kegiatan, Siswa dan tenaga pendidik mengikuti pembelajaran antikorupsi melalui permainan edukatif, diskusi kelompok, serta aktivitas kolaboratif. Materi diarahkan pada penerapan nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, keberanian, kepedulian, dan kerja sama.
Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) 1 pada Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi (Soskam) KPK, Medio Venanda Sukarta, mengatakan pendidikan antikorupsi perlu dikenalkan sejak usia dini agar integritas dapat menjadi bagian dari karakter peserta didik.
“Melalui KPK Mengajar, kami ingin menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian agar menjadi kebiasaan yang mereka praktikkan setiap hari, baik di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan masyarakat. Kami berharap mereka tumbuh menjadi generasi yang berani berkata jujur, menolak segala bentuk kecurangan, dan kelak menjadi bagian dari Indonesia yang semakin berintegritas,” kata Medio.
Medio, (lanjutnya-red), sekolah memiliki posisi strategis dalam pembentukan karakter peserta didik. Karena itu, penerapan nilai antikorupsi membutuhkan keterlibatan sekolah, keluarga, dan masyarakat agar tidak berhenti sebagai materi pembelajaran.
Program KPK Mengajar merupakan bagian dari strategi KPK membangun budaya antikorupsi melalui jalur pendidikan. Pelaksanaan di SMP Negeri Matawai La Pawu menjadi bagian dari perluasan akses pendidikan integritas ke berbagai wilayah Indonesia.
Kepala SMP Negeri Matawai La Pawu, Yuliana Mbitu Meja, menyambut pelaksanaan program tersebut. Ia mengatakan kehadiran KPK memberikan pengalaman belajar yang berbeda sekaligus memperkuat pendidikan karakter yang telah berjalan di sekolah.
“Kegiatan ini memperkaya pembelajaran karakter yang selama ini kami bangun di sekolah. Kami berharap nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian yang diperoleh hari ini tidak hanya diterapkan di lingkungan sekolah, tetapi juga dibawa ke dalam keluarga dan masyarakat. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak peserta didik yang tumbuh menjadi generasi yang berintegritas,” kata Yuliana.
Kegiatan segera ditutup dengan komitmen bersama peserta melalui seruan, “Mulai dari kita, wujudkan Indonesia berintegritas!” Tim KPK kemudian menyerahkan cendera mata kepada para siswa yang mengikuti kegiatan.
KPK mendorong pendidikan integritas menjadi bagian dari pembentukan karakter peserta didik, dengan penerapan nilai antikorupsi dalam kehidupan di sekolah, keluarga, dan masyarakat.
.
Laporan : Luthfi
Editor : Tim Redaksi













































