Kuliah umum di PKKMB UI 2026 membahas keseimbangan karakter, kompetensi, dan kemampuan beradaptasi menghadapi perubahan global.

DEPOK, INSERTRAKYAT.COM, — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menyampaikan pandangannya mengenai karakter dan kompetensi kepemimpinan kepada mahasiswa baru Universitas Indonesia (UI) dalam Kuliah Umum Kebangsaan pada pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 di Balairung UI, Kota Depok, Jawa Barat, Senin (3/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Bima menilai keseimbangan antara karakter dan kompetensi menjadi faktor yang menentukan kemampuan generasi muda menghadapi perubahan serta menyiapkan kepemimpinan nasional pada masa mendatang.

“Pada saatnya nanti, siapa yang akan menjadi pemenang, itu ditentukan oleh siapa yang mampu untuk menyeimbangkan antara karakter dan kompetensi,” kata Bima.

Ia menyebut mahasiswa yang mulai menjalani pendidikan tinggi saat ini merupakan bagian dari generasi yang diproyeksikan memasuki masa kepemimpinan menjelang Indonesia Emas 2045. Menurutnya, proses perkuliahan perlu dimanfaatkan untuk membangun kemampuan akademik sekaligus kualitas kepemimpinan.

Bima juga mengaitkan bonus demografi dengan kesiapan sumber daya manusia menghadapi dinamika global. Ia mengatakan peluang tersebut akan bergantung pada kualitas generasi muda dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan yang terus berlangsung.

Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki kemampuan membaca arah perkembangan zaman melalui pendekatan (foresight) atau kemampuan memproyeksikan perubahan berdasarkan analisis kondisi saat ini dan pengalaman sebelumnya.

“Tanda-tanda zaman dibaca dengan penerawangan ke depan dan refleksi ke belakang. Gen Z hari ini adalah generasi paling cerdas sepanjang sejarah,” ujarnya.

Selain itu, Bima menilai perkembangan teknologi menuntut mahasiswa menguasai keterampilan digital. Ia mengutip berbagai riset, termasuk dari World Economic Forum, yang menempatkan kemampuan digital sebagai salah satu kompetensi utama di masa depan.

“Ada banyak riset adik-adik sekalian tentang skill apa yang dibutuhkan di depan. Ada dari World Economic Forum. Ini ada tiga skill yang kalian harus siapkan ke depan. Satu, perkembangan teknologi hingga hari ini meniscayakan kalian untuk menguasai skill digital. It is a must. Ini keharusan,” katanya.

Di luar aspek akademik, Bima menilai organisasi kemahasiswaan menjadi ruang pembelajaran untuk melatih kepemimpinan, kolaborasi, komunikasi, dan kemampuan mengelola perbedaan.

Ia mengajak mahasiswa memanfaatkan organisasi sebagai sarana memperluas pengalaman di luar ruang kuliah.

“Bagaimana cara kita terbiasa menghadapi perbedaan? Cemplungkanlah diri Anda ke dalam organisasi. Organisasi akan mengasah Anda untuk terbiasa menghadapi perbedaan. Ketika Anda terbiasa untuk mengelola perbedaan, Anda melangkah lebih depan untuk mencapai kemenangan,” pungkasnya.

Penulis : Syamsul Bahri
Editor : Supriadi Buraerah