PONTIANAK, INSERTRAKYAT.COM — Polda Kalimantan Barat mengamankan Direktur Utama Perumdam Tirta Bengkayang berinisial HR dan perempuan berinisial DN yang disebut sebagai auditor BPK RI Perwakilan Kalimantan Barat dalam penindakan terkait dugaan suap proses audit. Polisi turut mengamankan uang tunai Rp400 juta.

Penyidik Subdit III Ditreskrimsus Polda Kalimantan Barat melakukan penyelidikan tertutup sebelum mengamankan HR dan DN di sebuah kafe di Jalan D.I. Panjaitan, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak.

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono membenarkan penindakan tersebut pada Jumat (2/10/2026). Menurut dia, kegiatan itu merupakan bagian dari penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana korupsi.

“Memang benar, ada penyidik dari Subdit Tiga Ditreskrimsus Polda Kalbar melakukan kegiatan penyelidikan secara tertutup. Dari hasil penyelidikan, itu terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi,” kata Bambang.

Dalam penindakan tersebut, penyidik menemukan uang tunai Rp400 juta yang disimpan di dalam plastik. Polisi juga mengamankan satu unit laptop berwarna silver dan sejumlah telepon seluler.

Dua kendaraan turut diamankan, yakni Toyota Avanza berwarna hitam dan Toyota Rush berwarna putih. Selain HR dan DN, dua orang lainnya juga diamankan untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

Bambang menyebut dugaan perkara tersebut berkaitan dengan transaksi suap dalam proses audit tahun 2025, khususnya semester pertama. Namun, penyidik belum membeberkan secara rinci konstruksi perkara maupun peran masing-masing pihak.

“Ada dugaan transaksi di sana. Tadi itu terkait dengan audit, tindak pidana suap. Itu terkait dengan audit pada tahun 2025, semester satu,” ujarnya.

Ia belum menjelaskan hubungan uang Rp400 juta dengan proses audit yang dimaksud. Polisi juga belum mengungkap secara rinci siapa pemberi dan penerima uang serta tujuan transaksi yang sedang didalami.

Namun, Bambang menegaskan penyelidikan telah dilakukan sejak awal sebelum penindakan terhadap para pihak.

“Ini penyelidikan secara tertutup. Artinya sudah dilakukan penyelidikan dari awal, sudah ada indikasi dan sebagainya,” tandasnya. (*/Ups).

‹
›