SINJAI, — Pelatihan pengolahan ikan tuna yang digelar Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Desa Tongke-Tongke, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, telah selesai. Kegiatan tersebut membekali warga dengan keterampilan mengolah tuna menjadi pempek dan otak-otak yang berpeluang dikembangkan sebagai produk UMKM.
Keterangan itu disampaikan Sekretaris Desa Tongke-Tongke, Akbar, saat berbicara dengan InsertRakyat.com, di Kota Sinjai, Selasa (12/8/2026).
Menurut Akbar, rangkaian pelatihan berlangsung pada Ahad (9/8). Selama kegiatan, masyarakat mendapatkan praktik pengolahan ikan tuna hingga menjadi produk pangan bernilai ekonomi.
Pelatihan berlangsung di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Desa Tongke-Tongke. Kelompok perempuan dan kader PKK menjadi bagian dari masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut.
Risda, pemateri memberikan praktik pengolahan tuna, termasuk pemotongan (filleting), serta pengolahan menjadi pempek dan otak-otak. Materi kebersihan dan sanitasi pengolahan juga diberikan kepada peserta.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan KKP, Camat Sinjai Timur, Kepala Desa Tongke-Tongke, Ketua PKK beserta kader, serta pendamping KNMP.

Untuk Pemerintah Desa Tongke-Tongke, keterampilan mengolah hasil perikanan dapat menjadi bekal bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha berbasis potensi lokal. Produk tuna yang telah diolah memiliki peluang untuk dipasarkan sebagai produk UMKM.
“Pengembangan keterampilan pengolahan hasil perikanan diharapkan dapat membuka peluang bagi kelompok perempuan untuk menghasilkan produk yang dapat dikembangkan sebagai usaha UMKM di desa,” cerita Akbar.
Akbar menambahkan, kini masyarakat mulai memiliki keterampilan dalam mengolah ikan menjadi produk UMKM.
Pelatihan menjadi bagian dari upaya mendukung masyarakat memanfaatkan hasil perikanan melalui pengolahan produk, sehingga peluang usaha tidak berhenti pada penjualan ikan sebagai bahan mentah.
Red. Ikuti perkembangan berita selanjutnya hanya di InsertRakyat.com.














































