Target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029 menuntut kontribusi produktif dari berbagai daerah. Dalam konteks itu, inovasi perlu dinilai berdasarkan manfaat yang dihasilkan, bukan hanya jumlah program yang dilaporkan.
Penyederhanaan layanan, penguatan rantai pasok, pengembangan tenaga kerja, dan hilirisasi produk dapat menjadi jalur untuk meningkatkan produktivitas. Namun, efektivitasnya perlu dibuktikan melalui indikator yang jelas, seperti perubahan biaya usaha, peningkatan nilai tambah produk, perluasan pasar, dan perbaikan kualitas pelayanan.
Rapat koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya BSKDN mendorong pemerintah daerah mengembangkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan potensi ekonomi setempat. Dampak akhirnya bergantung pada kualitas pelaksanaan, kesinambungan kebijakan, serta kemampuan mengukur hasil secara terbuka.
Jurnalis: Syamsul Bahri
Editor: Supriadi buraerah


























































