JAKARTA, — Pariwisata Indonesia mencatat pertumbuhan kunjungan wisatawan, investasi, dan penyerapan tenaga kerja sepanjang 2025 hingga 2026. Kementerian Pariwisata mencatat, sektor ini menyumbang Rp1.138,90 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional pada 2025, setara 4,78 persen.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan capaian tersebut dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (20/10/2026). Ia mengatakan pembangunan pariwisata kini berorientasi pada kualitas kunjungan dan pemerataan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Dua tahun terakhir, pariwisata Indonesia terus bertumbuh. Tahun 2025 menjadi salah satu tahun penting bagi pertumbuhan pariwisata Indonesia dan momentum itu berlanjut hingga 2026,” kata Widiyanti.

Sepanjang 2025, Indonesia menerima 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara, meningkat 10,80 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan melampaui target nasional 14–15 juta kunjungan. Pada periode yang sama, perjalanan wisatawan nusantara mencapai 1,2 miliar perjalanan.

Tren positif berlanjut hingga Agustus 2026. Kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 10,58 juta, tumbuh 5,38 persen secara tahunan, sedangkan perjalanan wisatawan nusantara mencapai 842,15 juta, naik 4,29 persen.

Widiyanti menyebut pertumbuhan pariwisata Indonesia termasuk yang tercepat di kawasan. Pemerataan juga terlihat dari kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara pada triwulan I 2026 di Manado-Likupang sebesar 60,42 persen dan Danau Toba sebesar 33,40 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Dari sisi ekonomi, pariwisata menyerap 25,91 juta tenaga kerja pada 2025. Investasi mencapai Rp73,56 triliun pada tahun tersebut, kemudian tercatat Rp39,68 triliun pada semester I 2026.

“Investasi tersebut bukan hanya berarti pembangunan hotel atau fasilitas baru. Di belakang investasi terdapat kegiatan usaha, kebutuhan terhadap barang dan jasa, serta peluang penciptaan pekerjaan,” ujar Widiyanti.

Pariwisata juga menghasilkan devisa US$18,27 miliar atau sekitar Rp305,47 triliun pada 2025, meningkat 9,41 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada semester I 2026, devisa tercatat US$8,43 miliar, naik 2,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa memuji kontribusi desa wisata dan penyelenggaraan acara terhadap ekonomi lokal. Hingga September 2026, lebih dari 6.300 desa wisata tercatat dalam Jaringan Desa Wisata (Jadesta).

Pemantauan terhadap 66 desa wisata menunjukkan pendapatan desa dari pariwisata meningkat 29,62 persen, dari Rp46,05 miliar pada 2024 menjadi Rp59,70 miliar pada 2025. Sementara itu, kajian terhadap 354 acara yang didukung kementerian memperkirakan perputaran ekonomi mencapai Rp45,9 triliun dengan 23,91 juta pengunjung.

“Pariwisata dapat membawa peluang ekonomi lebih dekat kepada masyarakat,” kata Ni Luh Puspa.

Kementerian Pariwisata juga menjalankan pembinaan usaha, penataan akomodasi, pelatihan tenaga kerja, serta gerakan kebersihan destinasi. Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing sekaligus memperluas manfaat pariwisata bagi masyarakat.

 

Penulis: Muhammad Subhan
Editor : Supriadi Buraerah

BERITA TERKINI EDITORIAL