JAKARTA, INSERTRAKYAT.com — Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI), Azhar Sidiq S., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap jaringan peredaran ganja lintas daerah Gayo–Medan dengan barang bukti sekitar 93 kilogram.

Azhar mengatakan keberhasilan aparat membongkar jaringan tersebut membuktikan kolaborasi antarlembaga mampu memberikan tekanan terhadap sindikat narkotika yang beroperasi lintas wilayah.

Menurutnya, dukungan Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, terhadap kinerja BNN menjadi dorongan moral agar aparat penegak hukum tetap konsisten menjalankan pemberantasan narkotika secara profesional dan sesuai ketentuan perundang-undangan.

“Kejahatan narkotika merupakan extraordinary crime yang mengancam masa depan bangsa. Keberhasilan aparat mengungkap jaringan dengan barang bukti puluhan kilogram ganja menunjukkan komitmen negara dalam melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari bahaya penyalahgunaan narkoba,” ujar Azhar kepada InsertRakyat.com, Sabtu (1/8/2026) kemarin.

Ia menilai pemberantasan narkotika tidak cukup dilakukan melalui penindakan hukum semata. Upaya tersebut perlu diperkuat dengan edukasi hukum, pencegahan di lingkungan pendidikan, serta kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, perguruan tinggi, organisasi mahasiswa, dan masyarakat.

PERMAHI, lanjut Azhar, memandang pengungkapan jaringan narkotika harus menjadi momentum memperkuat budaya sadar hukum di tengah masyarakat. Mahasiswa memiliki peran strategis dalam meningkatkan literasi hukum sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika.

“PERMAHI siap menjadi mitra strategis melalui penyuluhan hukum, diskusi akademik, hingga pengabdian kepada masyarakat. Pencegahan harus dimulai dari meningkatnya pemahaman hukum sehingga masyarakat menyadari dampak narkotika terhadap kesehatan, keluarga, dan masa depan bangsa,” tegasnya.

Azhar berharap pengembangan perkara terus dilakukan hingga mampu mengungkap seluruh mata rantai peredaran gelap narkotika, mulai dari pemasok, bandar, pengendali jaringan, hingga jalur distribusinya.

Ia juga mengajak masyarakat mendukung langkah BNN dan aparat penegak hukum dalam memberantas peredaran narkotika.

“Sinergi antara negara dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam menciptakan Indonesia yang aman, sehat, dan mendukung lahirnya generasi unggul menuju Indonesia Emas,” imbuhnya.

Bunyi Apresiasi Komisi III DPR RI Untuk BNN

Sementara itu, Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, turut menyampaikan apresiasi kepada BNN RI di bawah kepemimpinan Komjen Pol. Suyudi Ario Seto atas keberhasilan membongkar jaringan peredaran ganja lintas Provinsi Gayo–Medan di Sumatera Utara.

Dalam operasi tersebut, tim gabungan BNN RI dan BNN Provinsi Sumatera Utara menangkap kurir beserta penerima barang melalui operasi penyamaran (undercover buy) di tiga lokasi di Kabupaten Deli Serdang.

Dari operasi itu, petugas menyita sekitar 93 kilogram ganja dan masih mengembangkan penyelidikan guna mengungkap pemasok, bandar, serta pengendali jaringan.

“Kami di Komisi III DPR RI memberikan penghormatan dan apresiasi kepada Kepala BNN RI, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, beserta seluruh tim gabungan Direktorat Intelijen BNN RI dan BNNP Sumatera Utara. Keberhasilan ini menunjukkan komitmen dan ketajaman intelijen dalam melindungi generasi bangsa dari ancaman narkotika,” ujar Habiburokhman dalam keterangannya.

Ia menilai kepemimpinan Komjen Pol. Suyudi Ario Seto menghadirkan penguatan dalam penanganan tindak pidana narkotika. Keberhasilan operasi di tiga lokasi di Kabupaten Deli Serdang dinilai mencerminkan koordinasi lapangan yang efektif.

Habiburokhman menegaskan Komisi III DPR RI akan terus mendukung penguatan kapasitas intelijen, penindakan, serta regulasi yang diperlukan BNN dalam memberantas peredaran narkotika. Ia juga mendorong pengembangan perkara agar tidak berhenti pada kurir, tetapi mampu mengungkap aktor intelektual dan jaringan pendana di balik peredaran gelap narkotika.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi pesan tegas bahwa tidak ada ruang aman bagi sindikat narkotika di Indonesia.

“Kerja keras BNN bukan hanya menyelamatkan ribuan nyawa dari ancaman narkoba, tetapi juga menegakkan kehormatan hukum negara. Komisi III DPR RI akan terus mendukung upaya pemberantasan narkotika hingga ke akar jaringannya,” pungkas Habiburokhman.

(Rifqi/Zam)