HARAU, InsertRakyat.com – Workshop Penulisan Esai dan Cerita Anak yang diselenggarakan Perpustakaan dan Rumah Belajar (PRB) Kaniak, Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, berakhir pada Ahad (2/8/2026). Selama dua hari pelaksanaan, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap sesi pembelajaran.

Mereka tidak hanya memperoleh materi, tetapi juga langsung mempraktikkan teknik menulis yang dipandu para narasumber.

Hari kedua workshop menghadirkan penulis cerita anak nasional, Wulan Mulya Pratiwi, yang telah melahirkan puluhan buku cerita anak.

Dalam kesempatan tersebut, Wulan membawakan materi bertajuk Menulis Cerita Anak Berbasis Budaya Lokal, yang mengajak peserta menggali kekayaan tradisi dan nilai-nilai daerah sebagai sumber inspirasi karya.

Kegiatan diawali dengan sesi tanya jawab mengenai pengertian cerita anak. Suasana kelas berlangsung hangat dan interaktif sejak awal.

Wulan kemudian menjelaskan berbagai jenis cerita anak beserta karakteristiknya sebelum mengajak peserta memahami langkah-langkah menyusun cerita yang menarik dan dekat dengan kehidupan anak.

Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan bersahabat, Wulan memandu peserta menyusun unsur-unsur penting dalam cerita. Mulai dari menentukan tokoh dan karakter, merancang pesan yang ingin disampaikan, menghadirkan tantangan atau konflik yang dihadapi tokoh, hingga menyusun penyelesaian cerita yang memberi kesan mendalam bagi pembaca.

Metode pembelajaran yang diterapkan membuat peserta tetap aktif sepanjang kegiatan. Setiap materi yang disampaikan langsung diikuti dengan praktik menulis. Setelah peserta mencoba, materi kembali diperdalam sebelum dilanjutkan ke tahap praktik berikutnya.

Pola belajar “materi–praktik–materi–praktik” tersebut membuat peserta lebih mudah memahami proses kreatif dalam menulis cerita anak.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi berlangsung. Mereka juga aktif berdiskusi dan saling bertukar gagasan mengenai cerita yang sedang dikembangkan.

Tidak sedikit peserta yang mengangkat kisah-kisah berlatar budaya Minangkabau sebagai inspirasi cerita anak mereka.

Workshop ini menjadi pengalaman baru bagi sebagian besar peserta. Mereka mengaku belum pernah mengikuti pelatihan menulis dengan pendekatan yang begitu aplikatif.

Selama dua hari, peserta mendapatkan kesempatan belajar langsung dari narasumber yang berpengalaman di bidangnya, sekaligus memperoleh pendampingan dalam mengembangkan ide menjadi sebuah karya.

Salah seorang peserta, Mutiara Rimba, menyampaikan kepuasannya terhadap pelaksanaan workshop tersebut. Menurutnya, metode belajar yang digunakan membuat proses menulis terasa lebih mudah dipahami dan menyenangkan.

“Peserta berharap kegiatan serupa dapat kembali diselenggarakan di masa mendatang dengan durasi yang lebih panjang,” ujarnya.

Founder PRB Kaniak, Yosi Gumala, S.Pd., mengaku bersyukur melihat semangat peserta selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Menurutnya, tingginya antusiasme peserta menjadi bukti bahwa ruang-ruang belajar literasi masih sangat dibutuhkan masyarakat.

“Kami sangat berbahagia melihat peserta begitu bersemangat sejak hari pertama hingga penutupan. Mereka tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga berani menulis dan mengembangkan ide-ide mereka. Harapan kami, ilmu yang diperoleh selama workshop ini menjadi awal lahirnya lebih banyak penulis esai dan penulis cerita anak yang mengangkat kekayaan budaya lokal,” ujarnya.

Melalui workshop ini, PRB Kaniak berharap budaya literasi di tengah masyarakat terus tumbuh. Kehadiran penulis-penulis baru yang mampu mengangkat nilai-nilai budaya lokal ke dalam karya sastra anak diyakini menjadi salah satu langkah penting dalam memperkenalkan kearifan daerah kepada generasi muda sekaligus memperkaya khazanah literasi Indonesia. (fit)

Penulis: Fitrah Helmy
Editor: Supriadi Buraerah