PASAMAN BARAT, InsertRakyat.com — Komunitas Read Aloud Pasaman Barat (Pasbar) menggelar Gerakan Membaca Nyaring Serentak dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan di sejumlah sekolah dasar dan taman bacaan masyarakat (TBM) di Kabupaten Pasaman Barat sebagai upaya menumbuhkan budaya membaca sejak usia dini.

Gerakan tersebut dipimpin Ketua Read Aloud Pasbar, Fera Susanti, S.Pd. dan dilaksanakan berdasarkan arahan Pembina Read Aloud Pasbar, Puspa Dani, S.Pd., yang juga bertugas sebagai Pengawas Sekolah Dasar di Kecamatan Kinali.

Melalui kegiatan itu, para guru, pegiat literasi, dan pengelola TBM membacakan buku cerita kepada anak-anak secara ekspresif dalam suasana yang hangat dan menyenangkan.

Menurut Fera Susanti, peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum yang tepat untuk mengajak anak-anak lebih dekat dengan buku.

Pembina Read Aloud Pasaman Barat, Puspa Dani, S.Pd. bersama anak-anak yang ceria mendengarkan cerita. (Foto: Dok. Read Aloud Pasaman Barat)

Ia berharap membaca nyaring tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat tumbuh menjadi kebiasaan yang dilakukan secara rutin di sekolah maupun di rumah.

Baca Juga :  TABIR JAMBI ! Puluhan Tahun Pria Ini "SABAR" - PRABOWO

“Membaca nyaring adalah cara sederhana untuk menghadirkan pengalaman membaca yang menyenangkan bagi anak. Ketika anak menikmati cerita, mereka akan lebih mudah mencintai buku dan terbiasa membaca,” ujarnya.

Gerakan membaca nyaring dilaksanakan secara serentak di 15 sekolah dasar di Kecamatan Kinali, yakni SDN 01 Kinali, SDN 02 Kinali, SDN 05 Kinali, SDN 07 Kinali, SDN 09 Kinali, SDN 12 Kinali, SDN 15 Kinali, SDN 22 Kinali, SDN 24 Kinali, SDN 31 Kinali, SDN 32 Kinali, SDN 33 Kinali, SDN 34 Kinali, SDN 36 Kinali, dan SDN 38 Kinali.

Selain di sekolah, kegiatan juga berlangsung di sejumlah taman bacaan masyarakat. Fera Susanti memimpin kegiatan di Taman Baca Bunda, Silambau. Sekretaris Read Aloud Pasbar, Suria Tresna, melaksanakan kegiatan di Taman Baca Kreatif Lestari Pasbar. Zah Wilda menggelar membaca nyaring di SD Alamku Ainurrahmah sekaligus mewakili TBM RTQ Ya Bunayya.

Baca Juga :  Denyut Literasi dari Rahim Pasaman Barat
Membacakan nyaring salah satu metode membaca yang asyik dan menyenangkan. (Foto: Dok. Read Aloud Pasbar)

Sementara itu, Bendahara Read Aloud Pasbar, Siti Aminah, memimpin kegiatan di TBM Amanah, sedangkan Yulina Wisnajaya menggelarnya di TBM Rindu Aksara.

Pelaksanaan gerakan ini juga didukung ketersediaan buku bacaan anak dari TBM Fayyadh Kinali sehingga peserta dapat menikmati beragam cerita yang sesuai dengan usia mereka.

Ratusan anak mengikuti kegiatan dengan antusias. Mereka menyimak cerita, berdialog dengan pembaca, serta terlibat dalam berbagai aktivitas sederhana yang membuat suasana belajar menjadi lebih hidup.

Metode membaca nyaring dipilih karena dinilai mampu menghadirkan pengalaman membaca yang menyenangkan sekaligus memberi manfaat bagi perkembangan anak.

Melalui kegiatan tersebut, anak-anak dapat mengenal lebih banyak kosakata, meningkatkan kemampuan berbahasa, melatih konsentrasi, serta mengembangkan daya imajinasi.

Tidak hanya itu, membaca nyaring juga menjadi sarana membangun kedekatan antara guru, orang tua, maupun pegiat literasi dengan anak.

Baca Juga :  TABIR JAMBI ! Puluhan Tahun Pria Ini "SABAR" - PRABOWO

Interaksi yang muncul selama pembacaan cerita mendorong anak berani bertanya, menyampaikan pendapat, dan memahami nilai-nilai yang terkandung dalam buku.

Pembina Read Aloud Pasbar, Puspa Dani, mengatakan keberhasilan gerakan literasi tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga dan masyarakat. Kolaborasi antara sekolah, TBM, dan komunitas literasi, sebutnya, perlu terus diperkuat agar anak-anak memiliki akses yang lebih luas terhadap buku bacaan yang berkualitas.

Ditambahkan, melalui peringatan Hari Anak Nasional tahun ini, Read Aloud Pasbar berharap semangat membaca nyaring terus berkembang di berbagai lingkungan.

Komunitas ini berkomitmen melanjutkan kegiatan serupa secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membangun budaya literasi di Pasaman Barat.

“Dengan semakin banyak anak yang akrab dengan buku sejak dini, diharapkan lahir generasi yang gemar membaca, memiliki kemampuan berpikir kritis, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan masa depan,” tambahnya. (*/fit)

Editor: Muhammad Subhan

Baca Juga
Memuat berita terbaru...