“Film Pesan Bermakna ” Hakim Juga Manusia ” mengangkat nilai integritas hakim, sementara FORSIMEMA-RI mendorong evaluasi efektivitas program. 

JAKARTA, InsertRakyat.com, 3 Agustus 2026 — Mahkamah Agung (MA) melalui Biro Hukum dan Humas bekerja sama dengan Emtek Digital mempublikasikan film Pesan Bermakna sebagai bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun ke-81 Mahkamah Agung. Forum Silaturahmi Media Mahkamah Agung Republik Indonesia (FORSIMEMA-RI) turut menyampaikan catatan [cinta] integritas dan mengenai efektivitas program tersebut serta pentingnya transparansi penggunaan anggaran.

Menurut Humas Mahkamah Agung, film Pesan Bermakna diadaptasi dari buku Catatan di Balik Toga Merah karya D.Y. Witanto, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Mahkamah Agung. Film tersebut mengisahkan Dimas, seorang hakim yang menghadapi dilema antara menjaga integritas atau menerima suap untuk membiayai pengobatan ibunya yang mengidap tumor otak stadium III.

Ketua Mahkamah Agung, Prof. Sunarto, mengimbau seluruh insan peradilan beserta keluarganya menonton film tersebut karena dinilai memuat pesan moral mengenai integritas hakim. Ketua Mahkamah Agung ke-14, Prof. Dr. Syarifuddin, juga berharap film itu menjadi inspirasi bagi para hakim untuk tetap memegang teguh kode etik dalam menjalankan tugas.

Film Pesan Bermakna pertama kali dipersembahkan pada 19 Agustus 2021 saat peringatan HUT ke-76 Mahkamah Agung. Melalui kisah Dimas yang diperankan Dony Alamsyah bersama Vonny Anggraeni sebagai ibunya, Mahkamah Agung ingin menggambarkan tantangan moral yang dapat dihadapi seorang hakim ketika menjalankan amanah profesinya.

Ketua Umum FORSIMEMA-RI, Syamsul Bahri, menyatakan pihaknya mendukung upaya edukasi publik melalui media audiovisual. Namun, menurutnya, setiap program yang menggunakan anggaran lembaga perlu diukur efektivitasnya melalui indikator kinerja, manfaat bagi masyarakat, serta dilaksanakan secara transparan dan akuntabel. FORSIMEMA-RI juga merekomendasikan penguatan pengawasan internal, digitalisasi layanan peradilan seperti SIPP dan e-Court, sosialisasi hukum berbasis komunitas, serta evaluasi dampak publik dari program tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi Mahkamah Agung yang secara khusus menanggapi catatan FORSIMEMA-RI mengenai efektivitas program dan transparansi anggaran. Film Pesan Bermakna tetap dapat disaksikan secara gratis melalui kanal YouTube resmi Humas Mahkamah Agung sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Mahkamah Agung. (Red).