Untuk memastikan kebijakan tersebut sesuai dengan kebutuhan masyarakat, Bima mendorong keterlibatan generasi muda sejak proses perencanaan. Kepala daerah perlu membuka ruang bagi anak muda untuk menyampaikan gagasan mengenai lapangan pekerjaan, ruang publik, transportasi, dan berbagai kebutuhan kota.
“Wali kota, bupati enggak boleh hanya menyasar anak muda ketika musim pemilu tiba, … governors should invite the students also for development planning,” tegasnya.
Pelibatan tersebut perlu didukung cara kerja pemerintah yang terbuka dan kolaboratif. Bima menekankan agar musyawarah perencanaan pembangunan juga memberikan ruang bagi perempuan, penyandang disabilitas, serta kelompok marginal untuk menyampaikan kebutuhan dan ikut menentukan arah pembangunan.
“Partisipasinya bukan hanya seremoni, tapi meaningful participation atau partisipasi bermakna,” pungkasnya.
Jurnalis : Redho Fitriyadi
Editor: Supriadi buraerah




























































