JAKARTA, INSERTRAKYAT.COM — Siswa penerima Makan Bergizi Gratis (MBG) cenderung lebih jarang absen dan menunjukkan semangat belajar lebih tinggi.
Temuan kajian Dewan Ekonomi Nasional (DEN) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa 20 Oktober.

Anggota DEN Mochamad Firman Hidayat kepada publik menerangkan, kajian tersebut menggunakan modul khusus dalam Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang mulai diterapkan secara nasional pada September 2025. Modul ini mengkaji hubungan pelaksanaan MBG dengan kehadiran siswa, semangat belajar, dan rasa lapar di sekolah.

“Hasilnya. Kalau kita lihat absensi siswa, penerima MBG itu jarang absen dibandingkan dengan non-penerima MBG,” ujar Firman.

Selain kehadiran, kajian DEN mencatat hubungan antara penilaian kualitas menu MBG dan semangat belajar siswa. Firman menyebut 95 persen siswa penerima MBG yang menilai kualitas menu sangat baik menyatakan semangat belajar mereka meningkat.

“Perlu diperhatikan kualitas menu MBG karena ini berkorelasi dengan rasa lapar dan semangat belajar anak di sekolah,” kata Firman

Ada perbedaan kecenderungan absensi, kata Firman juga terlihat pada kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah atau desil pertama. Menurut dia, hasil kajian, siswa penerima MBG dalam kelompok tersebut relatif lebih jarang absen dibandingkan siswa yang belum menerima program.

DEN juga mendorong pemerataan penerima manfaat MBG. Berdasarkan data Susenas periode September yang dipaparkan Firman, penerima MBG masih cenderung terkonsentrasi di wilayah perkotaan dibandingkan perdesaan.

Karena itu, DEN menyarankan pemerintah memberi perhatian lebih besar kepada wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), kawasan perdesaan, serta masyarakat miskin. Perbaikan kualitas menu dan pemerataan distribusi menjadi bagian dari upaya meningkatkan pelaksanaan program.

Tim InsertRakyat.com melaporkan dari Jakarta. Ikuti perkembangan informasi program MBG bersama dengan InsertRakyat.com follow akun medsos kami untuk mendukung jurnalisme berkualitas. Cek tombol fitur di menu utama.

BERITA TERKINI EDITORIAL