KODAM I/Bukit Barisan menyampaikan duka cita atas meninggalnya Genital Gavensi Gulo, salah satu siswa Pendidikan Pertama TNI AD (Secata) di Rindam I/Bukit Barisan.
Dalam release Pendam I/BB yang diterima InsertRakyat.com, Rabu malam. Kodam I/BB menyatakan hasil penyelidikan tim investigasi menyimpulkan bahwa siswa tersebut meninggal dunia akibat bunuh diri.
Genital Gavensi Gulo diketahui tidak mengikuti kegiatan rutin senam pagi pada Senin, 20 Juli 2026, sekitar pukul 04.00 WIB.
Satuan kemudian melakukan pengecekan dan pencarian di lingkungan Secata Rindam I/BB.
Sekitar pukul 10.25 WIB, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di salah satu pohon kawasan belakang Secata Rindam I/BB.
Kodam I/BB kemudian membentuk tim investigasi gabungan yang melibatkan Staf Intel, Pomdam I/BB, Kesdam I/BB, Kumdam I/BB, Deninteldam, serta tim otopsi RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar.
Berdasarkan hasil otopsi dan penyelidikan, tidak ditemukan tindakan maupun bekas kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.
Kodam I/BB mengimbau masyarakat dan seluruh pihak agar tidak berspekulasi mengenai penyebab kematian korban.
“Penyebab meninggalnya adalah bunuh diri,” demikian keterangan Kapendam I/Bukit Barisan dalam rilis resmi, Kamis, 23 Juli 2026.
Meski demikian, tim investigasi masih mendalami penyebab atau motivasi yang melatarbelakangi korban mengakhiri hidupnya.
Hasil penyelidikan juga menyebutkan korban dikenal sebagai pribadi yang pendiam.
Pihak keluarga telah mengetahui peristiwa tersebut dan mengizinkan pelaksanaan otopsi.
Jenazah korban diberangkatkan dari RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar menuju kampung halaman pada Selasa, 21 Juli 2026, sekitar pukul 11.00 WIB.
Jenazah dibawa menuju Desa Laloanna I, Kecamatan Maro’o, Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara.
Kapendam I/Bukit Barisan menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban.
Kodam I/BB juga menyatakan komitmen menangani peristiwa tersebut secara profesional, objektif, dan transparan sesuai ketentuan berlaku.
“Kodam I/Bukit Barisan berkomitmen memberikan pembinaan dan pengawasan optimal kepada seluruh peserta didik selama menjalani pendidikan,” ujar Kapendam I/Bukit Barisan.
Peristiwa tersebut, lanjutnya, menjadi perhatian serius bagi Kodam I/BB untuk mengevaluasi pelaksanaan pembinaan di lingkungan pendidikan TNI AD.
Kodam I/BB juga mengajak seluruh pihak menghormati privasi keluarga yang ditinggalkan. (joh).
