PASAMAN BARAT, InsertRakyat.com, — Siswi SD Negeri 05 Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Aisyah Farhan Hanif, dipastikan mewakili Provinsi Sumatera Barat pada cabang lomba Menulis Cerita dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tahun 2026 tingkat nasional.
Kepastian tersebut diperoleh setelah nama Aisyah tercantum dalam surat pengumuman resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia tentang peserta yang lolos ke tingkat nasional.
Informasi itu disampaikan ibunda Aisyah, Yani Sestria, kepada InsertRakyat.com dengan melampirkan salinan pengumuman resmi tersebut.
Keberhasilan Aisyah tidak terlepas dari lingkungan keluarga yang sejak dini menumbuhkan budaya literasi. Sejak kecil, ia terbiasa membaca berbagai jenis buku dan tumbuh di lingkungan yang akrab dengan dunia kepenulisan.
Ibundanya, Yani Sestria, mengelola Rumah Baca Al Fatih di Jorong Jambu Baru, Nagari Aua Kuniang, Kabupaten Pasaman Barat. Selain aktif mengembangkan taman bacaan masyarakat, Yani juga dikenal sebagai penulis cerita dan puisi.
Kebiasaan melihat sang ibu membaca, menulis, hingga tampil membacakan puisi turut menumbuhkan kecintaan Aisyah terhadap dunia sastra.
“Aisyah sejak kecil memang senang membaca. Kami hanya berusaha menyediakan lingkungan yang mendukung agar ia bebas berimajinasi dan mencintai buku,” ujar Yani.
Ketua Forum Pegiat Literasi (FPL) Pasaman Barat, Denni Meilizon, saat mewawancarai Aisyah, mendengar langsung cita-cita gadis kecil tersebut yang ingin menjadi penulis.
“Saya ingin jadi penulis hebat, Pak. Menulis dan membuat cerita yang bisa dibaca banyak orang. Saya juga ingin punya buku seperti buku-buku yang ada di rumah,” kata Aisyah.
Menjelang tampil pada tingkat nasional, Aisyah mengaku ingin memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin.
“Aisyah akan menggunakan kesempatan ini untuk membuktikan kemampuan Aisyah,” ujarnya.
Dalam proses persiapan mengikuti FLS3N, Aisyah mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Kepala SD Negeri 05 Pasaman, para guru, serta pelatih menulisnya, Suria Tresna, yang merupakan penulis, editor, tim kreatif Sekolah Menulis elipsis, sekaligus pengelola TBM Rumah Baca Kreatif Lestari di Padang Tujuh, Pasaman Barat.
Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Pasaman Barat karena Aisyah akan membawa nama daerah sekaligus Provinsi Sumatera Barat pada ajang nasional.
Imersi Literasi
Pelatih Aisyah, Suria Tresna, mengatakan proses pembinaan Aisyah lebih difokuskan pada imersi literasi dan penyempurnaan karya.
“Aisyah diajak membedah dan mempelajari cerpen-cerpen yang pernah menjuarai ajang serupa agar memahami standar karya yang berkualitas,” ujar Suria.
Sebagai anak yang sangat mencintai buku, Aisyah dibimbing membaca berbagai buku cerita anak. Dari aktivitas membaca tersebut, ia mengolah gagasan menjadi sebuah karya tulis.
Setelah naskah selesai disusun, mentor memberikan pendampingan untuk menyempurnakan tulisan, mulai dari struktur cerita, penggunaan ejaan sesuai EYD, hingga pemilihan diksi yang merujuk pada KBBI.
Menurut Suria, Aisyah merupakan anak yang multitalenta dan selalu berprestasi di sekolah. Daya tangkapnya yang cepat membuat ia mampu mengembangkan ide dan imajinasinya dengan baik hanya melalui sedikit arahan teknis.
“Bagi kami, membaca adalah kunci utama untuk menjadi seorang penulis yang baik,” kata Suria yang juga penulis sejumlah buku.
Prinsip itulah yang terus ditanamkan Suria kepada Aisyah. Sebelum mulai menulis, ia selalu didorong memperkaya bacaan melalui buku-buku berkualitas sebagai bekal untuk melahirkan karya yang lebih matang.
Suria berharap Aisyah dapat memberikan penampilan terbaik pada FLS3N tingkat nasional sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Pasaman Barat dan Provinsi Sumatera Barat. (*/fit)
Penulis: Fitrah Helmy
Editor: Muhammad Subhan




