Oleh: Muhamad Ikram Pelesa

(Ketua Umum DPP Pemuda Nusantara)

Di tengah tuntutan penegakan hukum yang semakin kompleks dan kebutuhan mendesak akan pemimpin berkarakter kuat di jajaran kepolisian Indonesia, sosok Brigjen Pol. Rony Samtana Tarigan, S.I.K., M.T.C.P. menonjol sebagai bukti nyata bahwa pengabdian yang tulus, kompetensi yang teruji, dan integritas yang tak tergoyahkan adalah fondasi utama kepercayaan publik. Pengangkatannya sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sumatera Selatan pada Desember 2025 bukanlah hasil kebetulan semata, melainkan buah dari perjalanan panjang yang dibangun dari akar pendidikan yang kokoh, pengalaman beragam di berbagai lini tugas, serta rekam jejak prestasi yang mengesankan, mulai dari tingkat lapangan hingga pusat, termasuk pengalaman berharga di lembaga antikorupsi negara.

Membangun Fondasi Karakter dan Disiplin

Lahir di Deli Serdang, Sumatera Utara, pada 24 Agustus 1974, Rony Samtana Tarigan menempuh pendidikan di SMA Taruna Nusantara dan lulus pada tahun 1993, sebuah lembaga yang sejak lama dikenal mampu mencetak kader-kader pemimpin berjiwa besar serta berdisiplin tinggi. Semangat mengabdi membawanya melanjutkan pendidikan ke Akademi Kepolisian dan lulus pada tahun 1996, meraih gelar Sarjana Ilmu Kepolisian (S.I.K.). Ia terus mengasah kompetensi akademik maupun profesional, hingga menyandang gelar Magister Terapan Crime Prevention (M.T.C.P.), serta menempuh pendidikan lanjutan seperti PTIK dan Sesko TNI pada tahun 2021. Kesungguhan ini membentuk pola pikir yang sistematis, kedewasaan bertindak, serta kematangan kepemimpinan yang kelak menjadi penopang utama dalam setiap tanggung jawab yang dipikulnya.

Mengukir Prestasi dari Lapangan hingga Jabatan Strategis

Perjalanan dinas Brigjen Pol. Rony Samtana Tarigan, S.I.K., M.T.C.P. tidak berjalan mendatar, melainkan terus menanjak seiring dengan kepercayaan yang diberikan atas kinerjanya yang konsisten. Salah satu tonggak penting yang menunjukkan ketajaman dan ketegasannya adalah saat dipercaya bertugas sebagai penyidik di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pengalaman ini membekalinya dengan wawasan luas mengenai kejahatan terstruktur, lintas sektoral, serta prinsip kerja yang bersih tanpa ruang bagi kompromi—kualitas yang sangat jarang namun sangat dibutuhkan dalam penegakan hukum masa kini.

Baca Juga :  Suatu Hari, Tak Ada Lagi yang Menguatkanmu

Kembali ke lingkungan kepolisian daerah, ia memulai langkah memimpin di tingkat dasar sebagai Kapolres Tapanuli Selatan pada tahun 2015. Keberhasilannya menjaga keamanan dan melayani masyarakat membawanya dipercaya menjabat secara berurutan sebagai Wakil Direktur hingga Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara pada periode 2017–2020. Di posisi ini, kemampuannya mengurai kasus-kasus pelik, menegakkan aturan secara adil, serta membangun kerja sama tim yang solid sangat terasa dampaknya.

Berkat kapasitas tersebut, ia dipanggil kembali ke tingkat pusat di Mabes Polri, tepatnya di Bareskrim Polri, mengisi jabatan-jabatan strategis: mulai dari Analis Kebijakan Madya, Kasubdit V, hingga Wakil Direktur Tindak Pidana Tertentu. Pengalaman di puncak struktur ini melengkapi wawasannya mengenai penyusunan kebijakan penegakan hukum nasional sekaligus pemahaman mendalam mengenai cara kerja kejahatan yang semakin canggih.

Sebelum dipercaya memegang tanggung jawab di Sumatera Selatan, Brigjen Pol. Rony Samtana Tarigan, S.I.K., M.T.C.P. menjabat sebagai Wakapolda Sumatera Utara pada 2023–2025. Di sana, ia terbukti mampu menjaga stabilitas keamanan wilayah yang luas dan beragam, mempererat jembatan hubungan antara institusi kepolisian dengan masyarakat, serta membina personel agar bekerja secara profesional. Berkat keberhasilan dan kematangan memimpin inilah, Kapolri memberinya kepercayaan lebih besar untuk mengemban tugas serupa namun lebih berat sebagai Wakapolda Sumatera Selatan mulai Desember 2025.

Keunggulan Sosok: Tiga Pilar Kekuatan Utama

Menurut pandangan penulis, ada tiga keunggulan utama yang menjadikan sosok Brigjen Pol. Rony Samtana Tarigan, S.I.K., M.T.C.P. layak diapresiasi sekaligus diharapkan:

• Pertama, kedalaman pengalaman yang utuh dan lengkap. Jarang ada perwira yang memiliki pemahaman menyeluruh mulai dari penanganan kasus di tingkat polres, pimpinan operasional di polda, hingga penyusun kebijakan di tingkat Bareskrim Polri, ditambah dengan pengalaman langsung memberantas korupsi di KPK serta landasan akademik yang kuat di bidang kepolisian dan pencegahan kejahatan. Ini menjadikannya tidak hanya pintar secara teori, tetapi sangat memahami seluk-beluk persoalan di lapangan beserta akar masalahnya.

Baca Juga :  Pak Menteri, Pak Gubernur, Kami Ini Sudah Capek Miskin

• Kedua, kemampuan beradaptasi dan jiwa pembina. Ia terbukti mampu bekerja di wilayah yang berbeda karakter, budaya, serta tantangan, baik di Sumatera Utara maupun kini di Sumatera Selatan. Gaya kepemimpinannya yang tenang namun tegas mampu membangkitkan semangat anggota serta mengajak seluruh elemen bekerja sama demi tujuan bersama.

• Ketiga, konsistensi dan rekam jejak yang bersih. Di tengah dinamika rotasi jabatan yang cepat di tubuh Polri, ia tetap setia pada jalur profesionalisme dan integritas, dibuktikan dengan berbagai penghargaan masa pengabdian serta keahlian khusus yang diraihnya selama berdinas.

Harapan Besar bagi Sumatera Selatan: Menuntas Persoalan Hukum demi Keadilan

Penunjukan Brigjen Pol. Rony Samtana Tarigan, S.I.K., M.T.C.P. sebagai Wakapolda Sumatera Selatan membawa angin segar sekaligus harapan yang mendalam bagi masyarakat yang selama ini kerap terbebani berbagai persoalan hukum yang mendesak diselesaikan. Wilayah ini sering dihantui masalah yang menggerus rasa keadilan: mulai dari kasus tindak pidana umum yang penanganannya terasa lambat, sengketa lahan dan sumber daya alam yang kerap memicu bentrokan antarmasyarakat, praktik pungutan liar yang membebani pelaku usaha maupun rakyat kecil, hingga dugaan kejahatan terorganisir dan korupsi yang menyusupi berbagai lapisan kehidupan. Belum lagi keluhan mengenai ketidaksamaan perlakuan di hadapan hukum—di mana pihak yang berkuasa seolah leluasa, sementara kelompok lemah sulit mendapatkan perlindungan yang layak.

Melihat rekam jejak, integritas, serta kedalaman pengalaman dan kualifikasi akademik yang dimiliki, penulis memiliki keyakinan kuat bahwa sosok inilah jawaban atas tantangan tersebut. Pengalamannya menangani kasus-kasus kompleks di KPK serta memimpin penegakan hukum di tingkat nasional membuktikan ia memiliki ketajaman analisis dan keberanian untuk menelusuri masalah hingga ke akar-akarnya, tanpa gentar menghadapi siapa pun, termasuk mereka yang berkuasa atau berpengaruh.

Baca Juga :  Mitos “Malas Membaca” dan Problem Ekosistem Buku Kita

Penulis berharap dengan posisinya ini, ia dapat mendorong percepatan penuntasan berkas perkara yang tertunda, memutus mata rantai kompromi yang sering menghambat keadilan, serta memastikan hukum ditegakkan secara mutlak dan tanpa pandang bulu, baik kepada pejabat, pengusaha, maupun warga biasa. Kehadirannya diharapkan pula mampu merombak pelayanan publik yang sering dikeluhkan: mempermudah akses masyarakat untuk melapor, menciptakan sistem yang transparan, serta menindak tegas anggota kepolisian yang melanggar kode etik atau menyalahgunakan wewenang.

Persoalan sengketa lahan yang peka dan rentan konflik, serta praktik pungutan liar yang merugikan ekonomi rakyat, saya yakin dapat disentuh dengan pendekatan yang tegas namun berkeadilan, sesuai prinsip yang selama ini ia jalankan. Tidak kalah penting, ia diharapkan mampu membangun kembali kepercayaan masyarakat bahwa kepolisian adalah pelindung dan pengayom sesungguhnya, bukan alat kekuasaan kelompok tertentu.

Sebagai simpulan, perjalanan karier Brigjen Pol. Rony Samtana Tarigan, S.I.K., M.T.C.P. adalah teladan hidup bagi setiap anggota Polri maupun aparat negara: kesuksesan dan kepercayaan tidak datang dari pangkat semata, melainkan diukur dari ketulusan mengabdi, kejujuran yang dijaga seumur hidup, serta keberanian memikul tanggung jawab berat di mana pun ditempatkan.

Penulis dan masyarakat Sumatera Selatan pada umumnya menaruh harapan tinggi: semoga kehadiran beliau membawa perubahan nyata yang terasa sehari-hari, menciptakan suasana aman, damai, menegakkan keadilan yang sejati, serta menjadikan institusi kepolisian semakin disegani karena kebenaran dan pelayanannya. Semoga segala pengalaman, keteguhan hati, dan integritas yang beliau miliki menjadi cahaya penuntun bagi kemajuan penegakan hukum dan kesejahteraan masyarakat di tanah Sumatera Selatan tercinta.

 

(Slf).