Ahmad Maliki Mashar. Lahir 1971 di Desa Sekara, Kemuning, Inhil. Menulis puisi di beberapa antologi bersama.
KABUT PAGI
Kabut pagi
Menepas matahari
Daun-daun usang mendekap bumi
Menadah embun sesaat lagi kan pergi
Sepasang tangan kecil membuka tirai
Mengintip cahaya nan kian sayup
Di antara sesak debu kaca jendela
Bingal meretas asa.
Sekara, 4 November 2025
KATA ITU
Kalau dibiarkan kata itu menjadi api
maka akan leluasa ia menghanguskan
Kalau dicucutkan kata itu seperti air
maka akan menyejukkan akar pikiran
hijau bertunas harapan
Kalau diperam kata itu dalam harapan
maka akan tiba jua masa bernasnya.
Sekara, 19 Februari 2026
CAHAYA MENUJU PURNAMA
Dermaga tempatku menghela lelah
Mengukur langkah ke langkah nan sudah
Pada redup cahaya menuju purnama
Cahaya membimbingku membaca alam sepi
Mengeja keteguhan hati
Meyakini Engkau cahaya maha suci
Dermaga tempatku menghela lelah
Dari gemerlap dunia laut nan bergejolak
Mengemas asa seiras purnama
Sekara, 15 Maret 2026.
KASIH EMBUN
Bening kasihnya tak pernah memilih
Pada kelopak mana sejuknya singgah
Hingga hangat surya melindapkan jejaknya
Halus risiknya dirindukan di tiap masa
Mengusap lembut tetunas agar tetap tumbuh
Pada geliat fajar yang terbit waktu subuh
Sekara, 21 Mei 2026.
PADA DAUN
Embun mengusap wajah daun
Sebab dari atas dia tau
Matahari hari ini kian merah
Angin berbisik menepuk daun
Sebab dari laut luas dia berkemas
Hujan gagap menumbuhkan akar
Awan berarak hilangkan jejak
Pada pucuk yang bijak dia berpesan
Tetaplah tumbuhkan harapan
Sekara, 4 Juni 2026.
Penulis: Ahmad Maliki Mashar
Editor: Ayu K. Ardi
Catatan Redaksi:
BILIK ELIPSIS adalah Ruang Sastra yang dikelola Majalah Digital elipsis bersama Sekolah Menulis elipsis bekerja sama dengan koran digital InserRakyat.com. Terbit setiap pekan, menayangkan cerpen, puisi, dan esai terkurasi. Kirim naskah ke BILIK ELIPSIS via surel: majalahelipsis@gmail.com.






