PADANG PARIAMAN, InsertRakyat.com — Program Pengabdian kepada Masyarakat melalui Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2026 resmi dimulai pada 18 Juli 2026 di Nagari Lareh Nan Panjang, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman.

Pembukaan kegiatan dihadiri Camat VII Koto Sungai Sariak yang diwakili Kasubag Perencanaan dan Keuangan, Yumarni, S.Sos., Wali Nagari Lareh Nan Panjang Muskinta, S.Kom., M.M., NL.P., CPM., CPArb., CPA., Ketua Tim Pengabdian Susandrajaya, S.Sn., M.Sn., serta anggota tim pengabdi Yesriva Nusyam, S.Sn., M.Sn., Yurnalis, S.Sn., M.Sn., Nitasari Murawaty Girsang, S.Pd., M.Si., Yola Sumeta Rahayu, dan Agung Setiawan. Hadir pula pimpinan Sanggar Revina Midori serta 10 peserta Sanggar Ratok Mandai.

Ketua Tim Pengabdian, Susandrajaya, S.Sn., M.Sn., mengatakan, kegiatan bertajuk Pemberdayaan Sanggar Ratok Mandai melalui Hilirisasi Model Pertunjukan Koreografi Sinkretik Katumbak di Pariaman merupakan salah satu proposal yang lolos seleksi Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) yang digagas Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat bersama Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026.

Baca Juga :  TR Fahsul Falah Sepenuh Hati Melayani Masyarakat

Menurut Susandrajaya, pemberdayaan dilakukan kepada Sanggar Ratok Mandai melalui inovasi koreografi yang bersumber dari musik tradisional Katumbak Pariaman. Gagasan tersebut merupakan pengembangan dari Program Inovasi Seni Nusantara yang telah dilaksanakan pada 2025, yang saat itu lebih berfokus pada inovasi musikal Katumbak bersama sejumlah kelompok Katumbak di Pariaman.

“Sanggar Ratok Mandai dipilih berdasarkan kebutuhan pengembangan sanggar melalui penambahan repertoar tari yang diharapkan mampu melahirkan industri kreatif serta berdampak pada peningkatan ekonomi seniman dan masyarakat di Nagari Lareh Nan Panjang dan sekitarnya,” ujarnya.

Selain pelatihan tari sebagai upaya meningkatkan produksi pertunjukan, kata Susandrajaya, peserta juga memperoleh materi mengenai manajemen pengelolaan sanggar, strategi pemasaran, dan publikasi.

“Melalui program ini juga diberikan bantuan berupa seperangkat sound system, instrumen musik, serta kostum pertunjukan,” katanya.

Wali Nagari Lareh Nan Panjang, Muskinta, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Nagari Lareh Nan Panjang melalui Sanggar Ratok Mandai sebagai lokasi pelaksanaan PISN.

Baca Juga :  Mahasiswa Penerima Beasiswa UNHAS Ajarkan Pijat Bayi untuk Atasi Batuk dan Susah BAB

“Hasil pembinaan ini akan kami jadikan materi utama dalam Festival Seni Budaya Anak Nagari Lareh Nan Panjang yang akan dilaksanakan pada September mendatang,” katanya.

Ia berharap program pengabdian dosen Institut Seni Indonesia Padangpanjang dapat terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.

Sementara itu, Camat VII Koto Sungai Sariak yang diwakili Yumarni, S.Sos., mengatakan, kehadiran program pembinaan dan pemberdayaan seni budaya dari perguruan tinggi seni sangat berarti bagi masyarakat Nagari Lareh Nan Panjang dan Kecamatan VII Koto Sungai Sariak.

“Wilayah ini memiliki banyak potensi seni, baik komunitas dan sanggar maupun seni tradisi yang masih hidup dan berkembang di tengah masyarakat,” ujarnya.

Muskinta menambahkan, melalui sentuhan akademisi, keberlanjutan, pelestarian, dan pengembangan seni budaya masyarakat diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. (*/soerya)

Penulis: Soeryadarma Isman
Editor: Muhammad Subhan