JAKARTA, InsertRakyat.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengungkapkan pemerintah menyiapkan Program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) untuk memperluas akses pendidikan bermutu di berbagai daerah. Informasi (Information) tersebut disampaikan melalui Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat, Sekretariat Jenderal Kemendikdasmen kepada InsertRakyat.com Rabu (22/7/2026).

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menargetkan pembangunan 500 layanan SNT secara bertahap hingga 2029.

Pada 2026, pemerintah menyiapkan pembangunan SNT di 37 lokasi.

Sebanyak 17 lokasi ditargetkan mulai memberikan layanan pada Tahun Ajaran 2026/2027.

Sementara itu, 20 lokasi lainnya memasuki tahap pembangunan tahun ini dan mulai menerima murid baru pada 2027.

Pemerintah menetapkan lokasi SNT melalui sejumlah tahapan.

Proses tersebut meliputi pengusulan, telaah dokumen, verifikasi, validasi lapangan, serta konfirmasi kesiapan lahan bersama pemerintah daerah.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan SNT dirancang untuk memperluas layanan pendidikan bermutu.

Menurutnya, program tersebut juga menjadi pusat pengembangan mutu pendidikan bagi sekolah-sekolah di wilayah sekitar.

“SNT merupakan ikhtiar negara untuk mendekatkan layanan pendidikan bermutu kepada anak-anak di daerah, mengembangkan potensi, minat, bakat, karakter, dan talenta murid secara optimal, serta menjadi pusat pertumbuhan mutu bagi sekolah-sekolah di wilayah sekitarnya,” ujar Abdul Mu’ti di Jakarta.

Program SNT merupakan amanat Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2026 tentang Percepatan Peningkatan Mutu Pendidikan melalui Program Sekolah Nasional Terintegrasi.

Kemendikdasmen mengintegrasikan jenjang SMP dan SMA dalam satu ekosistem pendidikan berkelanjutan.

Integrasi tersebut mencakup pembelajaran, pengembangan guru, pembinaan karakter, pengembangan talenta, pemanfaatan fasilitas, serta penjaminan mutu.

Program ini bertumpu pada tiga transformasi utama.

Ketiganya meliputi transformasi infrastruktur, sumber daya manusia, serta karakter dan pembelajaran.

Pemerintah juga merancang SNT sebagai penggerak peningkatan mutu pendidikan di daerah.

Sekolah tersebut akan membangun kemitraan dengan sekolah-sekolah sekitar melalui laboratorium pembelajaran, fasilitas bersama, pengimbasan praktik baik, pendampingan, serta peningkatan kompetensi guru.

“Keberhasilan SNT tidak hanya diukur dari capaian murid yang belajar di dalamnya, melainkan juga diukur dari semakin banyaknya guru yang berkembang keprofesioannya, meningkatnya sekolah yang saling berkolaborasi, dan bertumbuhnya mutu pendidikan di wilayah tersebut,” tegas Abdul Mu’ti.

Untuk mendukung operasional 17 SNT pada Tahun Ajaran 2026/2027, pemerintah menyiapkan kelas transisi.

Kelas tersebut menggunakan bangunan baru maupun fasilitas pendidikan yang tersedia.

Beberapa lokasi berada di lingkungan Otoritas Ibu Kota Nusantara (OIKN), Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen, serta fasilitas yang disiapkan pemerintah daerah.

Calon murid SNT berasal dari daerah tempat sekolah tersebut berada.

Kebijakan itu diarahkan untuk memperluas akses pendidikan bermutu bagi masyarakat setempat.

Seleksi Murid SNT Dimulai 21 Juli 2026

Sebelumnya pada Senin (20/7/2026), Kemendikdasmen memaparkan pihaknya akan melaksanakan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) secara objektif, transparan, inklusif, berkeadilan, dan akuntabel.

Tahapan seleksi berlangsung pada 21–24 Juli 2026.

Pemerintah akan mengumumkan hasil seleksi pada 3 Agustus 2026.

Selanjutnya, kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimulai pada 10 Agustus 2026.

Abdul Mu’ti meminta masyarakat memperoleh informasi SNT melalui kanal resmi Kemendikdasmen.

Masyarakat juga dapat mengakses informasi melalui pemerintah daerah, dinas pendidikan, dan portal resmi SNT.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mempercayai pihak yang menjanjikan kelulusan atau mengambil keuntungan dari proses penerimaan murid.

SNT Siapkan Fasilitas Pembelajaran Modern

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto, mengatakan SNT dirancang untuk mendukung perkembangan murid secara menyeluruh.

Sejumlah fasilitas modern akan mendukung proses pembelajaran di SNT.

Fasilitas tersebut meliputi smart classroom, green school, laboratorium, fasilitas pembelajaran modern, future library and learning commons, studio seni kreatif, pusat pengembangan guru, pusat olahraga, serta layanan transportasi antar-jemput dalam wilayah kabupaten.

SNT juga akan menerapkan tiga lapis kurikulum.

Kurikulum nasional menjadi fondasi utama.

Kurikulum kekhasan sekolah menjadi penguat pembelajaran.

Sementara kurikulum berbasis konteks lokal menyesuaikan karakteristik dan potensi setiap daerah.

Setiap SNT nantinya memiliki keunggulan sesuai potensi wilayah masing-masing.

Keunggulan tersebut dapat berupa pertanian, perikanan, koding dan kecerdasan artifisial, serta bidang unggulan lainnya.

“Nantinya setiap SNT memiliki kekhasan sesuai potensi daerah masing-masing. Pendekatan pembelajaran berbasis STEAMS dipadukan dengan pembelajaran mendalam yang didukung oleh digitalisasi pembelajaran dan pengayaan tingkat global,” jelas Gogot.

Deputi III Kantor Staf Presiden Yan Hiksas turut mendukung Program Sekolah Nasional Terintegrasi.

Ia menilai SNT menjadi bentuk kehadiran negara dalam menyiapkan generasi Indonesia yang unggul dan mampu bersaing secara global.

Yan berharap program tersebut melahirkan generasi yang mampu bersaing di pusat-pusat peradaban dan universitas terbaik dunia.

“Kita yakin bahwa Indonesia ke depan tidak hanya mengandalkan sumber daya alam yang melimpah, tapi juga adalah sumber daya manusia yang kreatif, inovatif, yang tentu saja saya yakin akan disepersiapkan dalam sekolah nasional terintegrasi,” pungkasnya. (Stephanie/Miftahul Jannah). 

Ikuti terus berita pendidikan dan informasi terbaru lainnya di InsertRakyat.com. Jangan lewatkan kabar penting dari berbagai daerah dan nasional dengan mengikuti akun serta saluran WhatsApp resmi InsertRakyat.com. (whatsapp channel)