Kemampuan tersebut memperlihatkan perluasan pengolahan industri yang tidak sepenuhnya bergantung pada ketersediaan bahan mentah domestik. Namun, proyeksi ekspor tetap perlu dibaca sebagai target berdasarkan perkembangan industri, bukan nilai yang sudah terealisasi.
DEN memperkirakan ekspor gabungan produk hilirisasi nikel, aluminium, dan komponen baterai litium mencapai sekitar US$50 miliar pada akhir 2026. Nilai itu hampir 45 persen lebih tinggi dibandingkan ekspor produk hilirisasi pada 2024 yang tercatat sekitar US$34,5 miliar.
Seto juga memperkirakan ekspor aluminium dapat melampaui US$10 miliar seiring penambahan investasi pada smelter baru. Proyeksi tersebut bergantung pada perkembangan investasi dan peningkatan kapasitas industri.
Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan bahwa pemerintah juga menyiapkan perluasan hilirisasi ke sektor pertanian. DEN tengah mengembangkan rencana hilirisasi kratom dan kemenyan, dengan dukungan pusat riset genome sequencing di Toba.
“Sekarang era Presiden Prabowo ada dari pertanian yaitu hilirisasi kratom, hilirisasi tadi kemenyan,” kata Luhut.






























































