KEFAMENANU, InsertRakyat.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanamkan nilai integritas kepada siswa SD Negeri 2 Tublopo, Desa Tublopo, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kegiatan tersebut berlangsung melalui program KPK Mengajar, Rabu (22/7/2026). Para siswa diajak memahami nilai kejujuran, keberanian, tanggung jawab, dan kepedulian sejak usia dini.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya KPK membangun pendidikan antikorupsi melalui pembentukan karakter generasi muda.

Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Amir Arief, mengatakan pendidikan antikorupsi perlu ditanamkan sejak anak-anak.

Menurutnya, pembentukan karakter sejak dini diharapkan melahirkan generasi yang berani, jujur, dan memiliki integritas.

“Program KPK Mengajar tidak serta-merta memberantas korupsi di sekolah dasar. Yang kami lakukan adalah menanamkan bibit kejujuran sejak kecil,” ujar Amir.

Ia berharap, 15 hingga 20 tahun mendatang, Kabupaten TTU memiliki pemimpin yang berani dan bersih.

Dalam kegiatan tersebut, siswa mengikuti pembelajaran antikorupsi melalui metode interaktif dan menyenangkan.

Pembelajaran dilakukan melalui permainan edukatif, pemutaran film, serta simulasi sederhana yang dekat dengan kehidupan anak.

Para siswa diajak memahami bahwa perilaku jujur dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari.

Contohnya, mengerjakan pekerjaan rumah secara mandiri, tidak menyontek saat ujian, dan berani melaporkan tindakan tidak jujur kepada guru.

“Keberanian dan kejujuran harus dilatih sejak kecil. Anak-anak perlu dibiasakan untuk berani mengatakan yang benar dan melakukan hal yang benar,” kata Amir.

Selain pendidikan antikorupsi, kunjungan KPK juga menyoroti kondisi sarana pendidikan di SD Negeri 2 Tublopo.

Sekolah tersebut menampung 76 peserta didik. Namun, sebagian ruang belajar masih menggunakan lantai tanah dan dinding berbahan bebak.

Saat musim hujan, air dapat masuk ke ruang kelas melalui celah dinding dan mengganggu proses belajar mengajar.

KPK menilai pendidikan karakter perlu berjalan bersama dengan penyediaan sarana pendidikan yang layak.

Lingkungan belajar yang aman dan nyaman dinilai dapat mendukung proses pendidikan siswa secara lebih optimal.

“Kami berharap pemerintah daerah dan masyarakat dapat bersama-sama memastikan anak-anak di Desa Tublopo mendapatkan sarana pendidikan yang layak,” ujar Amir.

Kepala SD Negeri 2 Tublopo, Obed Selan, menyambut pelaksanaan program KPK Mengajar di sekolahnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut membantu memperkuat penanaman nilai keberanian dan kejujuran kepada para siswa.

“Harapan kami, nilai keberanian dan kejujuran dapat tumbuh dan mengakar di SD Negeri 2 Tublopo,” kata Obed.

Ia juga berharap pembangunan gedung permanen SD Negeri 2 Tublopo dapat segera terealisasi.

Masyarakat telah menyediakan lahan untuk pembangunan sekolah. Namun, sebagian area masih berada dalam kawasan hutan sehingga memerlukan koordinasi dengan pihak terkait.

Melalui program KPK Mengajar, pendidikan antikorupsi terus diperluas hingga wilayah terdepan dan pelosok Indonesia.

KPK mendorong sekolah, keluarga, pemerintah daerah, dan masyarakat bersama-sama membangun generasi yang cerdas, berkarakter, serta berani menolak korupsi.

Ikuti terus berita pendidikan dan informasi terbaru lainnya melalui InsertRakyat.com. Pembaca juga dapat mengikuti Saluran WhatsApp InsertRakyat untuk mendapatkan pembaruan berita secara langsung.

Ikuti Saluran WhatsApp InsertRakyat.com

Dapatkan berita terbaru dan informasi terkini langsung melalui Saluran WhatsApp InsertRakyat.com.

Ikuti Saluran WhatsApp

Nasional

Indeks
Memuat berita terbaru...