JAKARTA, INSERTRAKYAT.com Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mengajak negara-negara ASEAN meningkatkan kerja sama sektor transportasi darat dalam menghadapi tantangan global. Ajakan tersebut disampaikan saat Indonesia memimpin dan menjadi tuan rumah The 35th ASEAN Land Transport Working Group (LTWG) di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan mengatakan transportasi darat menjadi penopang perdagangan domestik, rantai pasok global, serta aktivitas ekonomi. Menurutnya, perubahan geopolitik, fluktuasi harga bahan bakar, transisi energi, dan perubahan iklim memerlukan respons bersama di tingkat kawasan.

Baca Juga :  Badilum Libatkan BKN dan PAN-RB Susun Standar Kompetensi Peradilan

Pertemuan LTWG menjadi bagian dari pelaksanaan ASEAN Transport Sectoral Plan (ATSP) 2026–2030 yang memuat arah pengembangan transportasi regional selama lima tahun ke depan. Dokumen tersebut menargetkan sistem transportasi darat yang lebih aman, efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan.

“Strategi nasional yang terisolasi tidaklah cukup. ASEAN harus merespons sebagai komunitas yang bersatu, terkoordinasi, dan mampu beradaptasi untuk menjaga rantai pasok global serta pertumbuhan ekonomi,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan.

Pertemuan membahas sejumlah agenda, di antaranya pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) pada kendaraan otonom, digitalisasi transportasi publik, sistem transportasi cerdas dan ramah lingkungan, efisiensi bahan bakar, serta pengembangan kawasan berorientasi transit (Transit Oriented Development/TOD).

Baca Juga :  128 Ribu Warga Rebut Undangan Upacara HUT Ke-81 RI

Ketua pertemuan LTWG, Yusuf Nugroho, menjelaskan forum juga menetapkan sejumlah program prioritas, yaitu pengembangan jaringan perkeretaapian, pemeliharaan ASEAN Highway Network (AHN), target penurunan angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas sebesar 50 persen pada 2020–2030, serta pelaksanaan berbagai inisiatif transportasi berkelanjutan.

Indonesia menyatakan tetap menjalankan Rencana Umum Nasional Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (RUNK), memperluas penerapan Intelligent Transport Systems (ITS), memodernisasi layanan transportasi publik, dan mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik sebagai bagian dari kerja sama transportasi kawasan.

Baca Juga :  KPK Tahan Empat Tersangka Korupsi Komisi Asuransi Perkapalan Jasindo

Hasil pembahasan The 35th ASEAN Land Transport Working Group diharapkan menjadi dasar pelaksanaan program transportasi darat ASEAN dalam periode ATSP 2026–2030, dengan fokus pada peningkatan konektivitas, keselamatan, digitalisasi, dan keberlanjutan transportasi.

.

Ikuti berita terbaru. Dapatkan juga pembaruan informasi melalui media sosial InsertRakyat.com. Untuk Saluran (whatsapp channel

Penulis : Syamsul Bahri

Editor   : Muhammad Subhan