MAKASSAR, INSERTRAKYAT.com,– Sulawesi Selatan mengalami inflasi tahunan (y-on-y) sebesar 4,50 persen pada Maret 2026, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 111,59. Menurut Kepala BPS Sulsel, inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Sidenreng Rappang, yaitu 5,73 persen. Sedangkan terendah di Kota Palopo sebesar 2,81 persen. Aryanto merilis data ini di Kantor BPS Sulsel pada Rabu (1/4/2026).
“Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan harga adalah makanan, minuman dan tembakau 5,65 persen, perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 8,92 persen, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya 16,55 persen,” ucap Aryanto.
Sebaliknya, kelompok pakaian dan alas kaki mengalami deflasi -0,9 persen, perlengkapan rumah tangga -0,34 persen, serta informasi, komunikasi dan jasa keuangan -0,12 persen.
Tingkat inflasi bulanan (m-to-m) tercatat 0,59 persen, sedangkan inflasi tahun kalender (y-to-d) dari Januari sampai Maret sebesar 2,11 persen.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Sekjen Kemendagri, Tomsi Tohir memberi penekanan kepada pemda di seluruh daerah terkait dengan Inflasi. Atensi Tomsi Tohir secara berkelanjutan terhadap pemda melalui dengan agenda Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar di Kantor Kemendagri secara virtual hampir setiap minggu.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dalam Rapat Kerja (Raker) bersama dengan Komisi II DPR RI pada 30 Maret memaparkan implementasi penekanan inflasi yang dilakukan oleh Kemendagri dalam periode Triwulan I tahun 2026. Ia bilang Rakor yang digelar di ikuti semua kepala daerah. (aam/za).
(Editor.Zamroni).Get important and interesting news through digital platforms—follow WhatsApp Channel, Facebook, TikTok, YouTube, X, and Instagram at INSERTRAKYAT.com. Whatever the news, Facts Speak, People Judge












