MAJALENGKA, InsertRakyat.com – Kapolres Majalengka, Muhammad Aldi Sulaiman, langsung menggebrak dengan meluncurkan program GEBER (Gerakan Bersih-Bersih) sebagai langkah awal membangun budaya kerja yang disiplin, humanis, dan berlandaskan nilai-nilai ibadah di lingkungan Polres Majalengka.
Berdasarkan pantauan InsertRakyat.com dari video yang diunggah melalui akun media sosial pribadinya pada Jumat (31/7), AKBP Muhammad Aldi Sulaiman menegaskan bahwa setiap tugas anggota Polri harus dijalankan dengan penuh keikhlasan. Menurutnya, pengabdian kepada masyarakat bukan sekadar kewajiban, tetapi juga menjadi ladang ibadah yang bernilai di hadapan Tuhan.
“Tugas itu harus dilandasi dengan keikhlasan. Saudara-saudara harus paham, setiap pekerjaan maupun pengabdian kita sebagai anggota Polri jadikan itu sebagai ladang ibadahmu, termasuk juga dengan GEBER yang akan kita laksanakan bersama,” tegasnya.
Kapolres juga mengajak seluruh personel bekerja secara maksimal dengan niat yang tulus. Ia menekankan bahwa setiap kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas akan bernilai pahala dan tidak akan pernah sia-sia.
“Yakin dan percayalah, kalau yang namanya kebaikan dan keikhlasan, baru niat saja itu sudah dicatat sama malaikat. Apalagi kita mengerjakan segala sesuatu diawali dengan niat yang tulus, niat yang baik, dan kerjanya maksimal,” ujarnya.
Tak hanya itu, AKBP Muhammad Aldi Sulaiman mengingatkan bahwa setiap tetes keringat yang keluar saat menjalankan tugas merupakan bentuk pengabdian yang memiliki nilai amal.
“Yakin dan percayalah, setitik keringat yang keluar dari kulit pori-pori rekan-rekan semua itu tidak akan sia-sia,” lanjutnya.
Melalui program GEBER, Kapolres ingin menanamkan kesadaran bahwa kebersihan lingkungan markas menjadi cerminan karakter anggota Polri sekaligus bagian dari implementasi nilai keimanan. Ia juga menegaskan bahwa budaya bersih harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, tugas utama Polri tetap tidak berubah, yakni melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat dengan pendekatan yang profesional dan humanis.
“Ingat, paling utama adalah kita sebagai anggota Polri tugasnya adalah melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Dari dulu sampai sekarang itu tidak berubah,” katanya.
Ia pun meminta seluruh personel menghadirkan wajah Polri yang ramah, humanis, serta mampu memberikan solusi atas setiap persoalan masyarakat.
“Tunjukkan kepada masyarakat performa Polri yang senyum, sapa, humanis, dan berikan pelayanan terbaik. Bahwa kita adalah polisi masa depan yang bisa membawa kedamaian serta mencari solusi bagi setiap permasalahan,” pungkasnya.
Program GEBER menjadi gebrakan awal kepemimpinan AKBP Muhammad Aldi Sulaiman di Polres Majalengka. Melalui gerakan tersebut, ia menegaskan komitmennya membangun institusi Polri yang bersih, disiplin, berintegritas, dan berlandaskan nilai spiritual demi menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Sekadar diketahui, sebelum dipercaya memimpin Polres Majalengka, AKBP Muhammad Aldi Sulaiman juga menorehkan berbagai capaian saat menjabat sebagai Kapolres Gowa. Selama memimpin Polres Gowa, ia dikenal aktif menghadirkan beragam inovasi kreatif dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian serta memperkuat kedekatan dengan masyarakat. Tak hanya memimpin dari balik meja, AKBP Aldi juga kerap turun langsung ke lapangan untuk menyerap aspirasi warga, menyelesaikan berbagai persoalan, hingga memastikan kehadiran Polri benar-benar dirasakan masyarakat. Rekam jejak kepemimpinan yang humanis, inovatif, dan responsif tersebut kini diharapkan mampu membawa semangat baru serta menghadirkan transformasi pelayanan Polri yang semakin profesional, presisi, dan dicintai masyarakat di Kabupaten Majalengka.
Editor: Azhari





