SINJAI, INSERTRAKYAT.com — Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Sinjai, Ir. A. Sarifuddin, S.ST., MT., turun langsung melakukan monitoring dan evaluasi program Bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) serta pembangunan jalan lingkungan di sejumlah wilayah Kabupaten Sinjai, Sabtu (1/8/2026).
Pemantauan dilakukan di tiga kecamatan, yakni Sinjai Utara, Sinjai Barat, dan Sinjai Selatan. Di Kecamatan Sinjai Utara dan Sinjai Barat, monitoring mencakup program RTLH serta pembangunan jalan lingkungan, sementara di Kecamatan Sinjai Selatan fokus pada pelaksanaan program bedah rumah.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh program pembangunan berjalan sesuai perencanaan, memenuhi standar teknis, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat penerima.
Dalam kunjungan lapangan itu, A. Sarifuddin menggunakan sepeda motor untuk menjangkau sejumlah lokasi pekerjaan, termasuk kawasan poros Laiya Bulupoddo menuju Bontosalama, Desa Bontosalama, yang menjadi salah satu titik pelaksanaan program RTLH.
Menurutnya, penggunaan sepeda motor saat melakukan pemantauan lapangan merupakan kebiasaan yang dilakukan untuk mempermudah akses menuju lokasi dengan kondisi medan tertentu.
“Monitoring dengan sepeda motor ini memang hobi saya. Selain lebih efisien dan mampu menjangkau lokasi dengan medan berat, kita juga bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat penerima manfaat,” ujar A. Sarifuddin.
Ia menjelaskan, pengawasan program RTLH dilakukan untuk memastikan pekerjaan sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Selain rumah tidak layak huni, pembangunan jalan lingkungan juga menjadi perhatian agar kualitas pekerjaan mampu mendukung mobilitas masyarakat serta memperlancar aktivitas sehari-hari.
A. Sarifuddin meminta seluruh pelaksana kegiatan dan konsultan pengawas menjaga mutu pekerjaan, ketepatan waktu penyelesaian, serta memastikan sasaran program sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, monitoring secara langsung menjadi bagian dari pengawasan pemerintah daerah agar setiap pembangunan permukiman dapat berjalan secara optimal.
Sementara itu, salah seorang warga pengguna jalan, Tati, menyampaikan manfaat dari perbaikan jalan lingkungan di kawasan Manipi.
Ia mengatakan, kondisi jalan sebelumnya cukup menyulitkan masyarakat karena permukaan jalan berbatu dan berdebu ketika musim kemarau. Saat hujan, jalan menjadi licin sehingga berisiko bagi pengguna.
“Jalan yang diperbaiki ini sangat membantu aktivitas kami, terutama saat menuju tempat kerja di Puskesmas Manipi. Sekarang perjalanan lebih nyaman dan aman,” ungkap Tati.
Perbaikan jalan lingkungan tersebut juga berada di sekitar Masjid Syuhada 45 Manipi, sehingga akses masyarakat menuju fasilitas umum dan tempat ibadah semakin mudah.
Dinas Perkimtan Kabupaten Sinjai memastikan pengawasan terhadap berbagai program pembangunan permukiman akan terus dilakukan hingga pekerjaan selesai dengan kualitas yang sesuai harapan masyarakat.
(Tim InsertRakyat.com).





