GOWA, Insertrakyat.com – Kobaran api yang diduga dipicu pembakaran sampah nyaris melahap tiga kawasan perumahan di Kelurahan Romang Polong, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Minggu (2/8/2026). Kebakaran lahan seluas sekitar dua hektare itu dengan cepat meluas akibat tiupan angin kencang sebelum akhirnya berhasil dikendalikan oleh warga bersama petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Gowa.
Berdasarkan pantauan InsertRakyat.com di lokasi kejadian, kobaran api menjalar ke tiga titik dan sempat mengancam permukiman warga. Warga yang panik langsung berjibaku memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sembari menunggu bantuan petugas pemadam kebakaran.
Tidak lama kemudian, personel Damkar Gowa tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman secara intensif untuk mencegah api merembet ke rumah-rumah warga.
Wadanton Pleton B Damkar Gowa, Rezky Prabowo, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 11.40 Wita. Menindaklanjuti laporan tersebut, Damkar Gowa mengerahkan tiga unit mobil pemadam bersama sekitar 10 personel ke lokasi kejadian.
Menurut Rezky, kebakaran terjadi di tiga titik dengan total luas lahan yang terbakar mencapai sekitar dua hektare.
“Titik pertama kami tangani di kawasan Perumahan Danau Alam Pendidikan yang kemudian merembes ke Perumahan Lembah Biru. Sementara titik ketiga berada di Perumahan Green Nurhidayat, Romang Polong,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses pemadaman berlangsung hampir tiga jam. Luasnya area yang terbakar ditambah hembusan angin kencang membuat api dengan cepat menyebar ke beberapa titik sehingga menyulitkan petugas mengendalikan kobaran.
Meski sempat mengepung sejumlah bangunan, petugas bersama warga berhasil menjinakkan api sebelum merembet ke permukiman yang lebih luas.
“Ada beberapa bangunan yang sempat terdampak atau terisolasi oleh kobaran api, tetapi alhamdulillah semuanya bisa kami tangani,” katanya.
Dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Namun, kebakaran ini menjadi peringatan serius karena terjadi di tengah musim kemarau saat kondisi lahan sangat kering dan mudah terbakar.
Usai proses pemadaman, Rezky mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah, terutama pada musim kemarau. Menurutnya, api yang ditinggalkan tanpa pengawasan sangat berisiko memicu kebakaran lahan yang meluas dan mengancam permukiman.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya di Kabupaten Gowa, agar memperhatikan saat membakar sampah dan jangan ditinggalkan. Saat kemarau panjang, sebaiknya jangan membakar sampah karena api sangat mudah menyebar ke beberapa titik dan memicu kebakaran yang lebih besar,” pungkasnya.
Penulis: Muhammad Ridwan
Editor: Azhari





































