JATINANGOR, InsertRakyat.com – Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir meminta 1.204 Pamong Praja Muda Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII menjadi agen perubahan yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik di daerah dengan menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme.

Pesan tersebut disampaikan Tomsi Tohir saat serah terima lulusan IPDN Angkatan XXXIII dari Rektor IPDN kepada Sekjen Kemendagri, dilanjutkan serah terima kepada pemerintah daerah di Balairung Rudini, Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026).

Tomsi meminta pemerintah daerah membekali para Pamong Praja Muda dengan pemahaman mengenai karakteristik wilayah, aturan yang berkaitan dengan tugas, serta hak dan kewajiban sebagai aparatur pemerintahan.

Baca Juga :  Ditjen Keuda Bawa Angin Segar untuk PPPK NTT, Rp2,72 Triliun Terkontrol

“Persiapkan anak-anak kita ini untuk dapat mengampu, memahami karakteristik daerah, memahami aturan yang berkaitan dengan calon pekerjaannya, wawasan hak dan kewajibannya, sehingga yang bersangkutan merasa punya tanggung jawab,” ujar Tomsi.

Ia menegaskan, para lulusan yang telah dilantik Presiden Prabowo Subianto memiliki tanggung jawab menjaga marwah pemerintahan melalui kinerja yang profesional dan pelayanan yang berpihak kepada masyarakat.

Sebanyak 1.204 Pamong Praja Muda akan menjalankan penugasan, terdiri atas 135 orang di instansi pusat dan 1.069 orang di lingkungan pemerintah daerah. Dari jumlah tersebut, 214 orang ditempatkan di pemerintah provinsi, sedangkan 855 orang bertugas di pemerintah kabupaten dan kota.

Baca Juga :  Stadion, Sepak Bola, dan UMKM: FDA BSKDN Kemendagri Kupas Esensi Model Pengelolaan Aset Daerah yang Produktif

Tomsi mengingatkan seluruh Pamong Praja Muda agar menjaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Pegang teguh integritas dan jaga kepercayaan masyarakat. Di mana pun kita ditempatkan, jangan ada yang merasa kecewa,” tegasnya.

Menurut Tomsi, seorang pamong harus mampu menjadi pengayom sekaligus pelayan masyarakat. Karena itu, para lulusan didorong membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat serta terus berorientasi pada kemajuan daerah selama menjalankan penugasan.

(agy/agy).

Berita Pilihan InsertRakyat.com