Rifqi Maulana Nilai BPMA Hadapi Tantangan Hilirisasi Migas Aceh
Rifqi Maulana Tokoh Pemuda Aceh Jakarta (kanan) dan Kepala Badan Pengelola Migas Aceh(Kiri) . Foto InsertRakyat.com

Kepemimpinan baru BPMA dinilai menghadapi tantangan investasi, tata kelola, dan nilai tambah migas.

JAKARTA, INSERTRAKYAT.com — Pelantikan Mawardi Nur sebagai Kepala Badan Pengelola Migas Aceh menjadi perhatian sejumlah pihak. Tokoh Pemuda Aceh di Jakarta, Rifqi Maulana, menilai kepemimpinan baru menghadapi tantangan hilirisasi, investasi, dan tata kelola sektor hulu migas.

Rifqi menyampaikan pandangannya setelah pelantikan Mawardi Nur, pada Rabu (5/8/2026) di

Pelantikan dilakukan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia.

Menurut Rifqi, BPMA memegang peran penting mengelola sektor hulu migas.

Lembaga itu berhubungan dengan investasi dan produksi energi Aceh.

Baca Juga :  Ada Instruksi Gubernur Mualem, BPMA Pastikan Suplai BBM Tetap Aman Saat Banjir Aceh

Ia menilai kepastian regulasi menjadi perhatian pelaku usaha.

Selain itu, tata kelola dinilai memengaruhi kepercayaan investor.

Rifqi menyebut pengalaman Mawardi Nur di PT Pembangunan Aceh relevan.

Perusahaan itu juga dikenal sebagai PT PEMA.

Menurutnya, perusahaan menjalankan transformasi melalui Good Corporate Governance.

Konsep itu menekankan good governance, yakni tata kelola yang transparan.

Ia menyebut transformasi mencakup efisiensi pengelolaan keuangan.

Pengawasan internal juga disebut mengalami penguatan.

PT PEMA turut melakukan diversifikasi usaha.

Langkah itu memperluas sumber pendapatan perusahaan.

Rifqi juga menyinggung peningkatan nilai jual gas.

Hal itu dikaitkan dengan optimalisasi kontrak dan negosiasi.

Baca Juga :  Medco E&P dan BPMA Salurkan Beasiswa untuk 431 Pelajar Aceh Timur

Ia mengatakan komoditas sulfur memasuki pasar internasional.

Pengembangan wilayah kerja migas baru juga disebut berjalan.

Menurut Rifqi, sektor lain turut mendapat perhatian.

PT PEMA membuka akses ekspor kopi Aceh.

Perusahaan juga mengoptimalkan Integrated Cold Storage Lampulo.

Fasilitas itu mendukung hilirisasi sektor perikanan.

Diversifikasi juga mencakup infrastruktur digital telekomunikasi.

Rifqi menilai pengalaman tersebut menjadi modal kepemimpinan.

Ia berharap BPMA membangun koordinasi dengan berbagai pihak.

Pihak itu meliputi Pemerintah Aceh dan pemerintah pusat.

Kontraktor kontrak kerja sama juga termasuk.

Investor, akademisi, dan masyarakat turut disebut.

Baca Juga :  BPMA Kirim Bantuan Lewat Jalur Laut untuk Wilayah Terisolir di Aceh

“Investor membutuhkan kepastian regulasi, tata kelola yang baik, serta komunikasi yang terbuka,” ujar Rifqi.

Ia berharap pengelolaan migas menghasilkan nilai tambah daerah.

Menurutnya, investasi energi dapat membuka lapangan kerja.

Sektor pendukung industri juga dinilai dapat berkembang.

Kualitas sumber daya manusia diharapkan ikut meningkat.

Pendapatan daerah juga berpotensi bertambah.

Rifqi mengatakan manfaat pengelolaan migas perlu dirasakan masyarakat.

Menurutnya, pembangunan ekonomi harus berlangsung secara inklusif.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan berkolaborasi.

Kolaborasi dinilai penting bagi keberlanjutan sektor energi Aceh.

Pelantikan Mawardi Nur menjadi bagian pergantian kepemimpinan BPMA.