Putra Putri Batik Nusantara telah diselenggarakan sejak 2011. Ajang tersebut memiliki lebih dari 280 alumni yang tersebar di 38 provinsi dan terhubung dengan berbagai pihak di lebih dari 25 negara.
Pada 2026, PPBN mengangkat batik Derawan dan Maratua dari Kalimantan Timur sebagai tema penyelenggaraan. Tema ini menempatkan batik dalam keterkaitan yang lebih luas dengan identitas daerah, pariwisata, kebudayaan, dan ekonomi kreatif.
Selama karantina nasional pada 22–28 September 2026 di Jakarta, para finalis memperoleh pembekalan mengenai pengetahuan batik, komunikasi, kepemimpinan, diplomasi budaya, personal branding, serta pengembangan diri. Rangkaian tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan kapasitas para peserta dalam mengenalkan batik kepada masyarakat.
Di balik pencapaian tersebut, Syifa menyampaikan rasa terima kasih kepada ibunya yang senantiasa memberikan dukungan. Ia juga mengenang mendiang ayahnya sebagai sumber semangat untuk terus berkarya dan meraih prestasi.
Apresiasi turut disampaikan kepada pasangan, teman-teman, para pengikut di media sosial, serta manajemen PT Brilian Indah Gemilang yang memberikan izin dan dukungan selama proses pemilihan berlangsung.
Syifa juga menyampaikan terima kasih kepada sejumlah mitra dan sponsor, termasuk UMKM batik Trissia Dewi, Organ Batik Sinaga, Batik ISTINANA, A’BATE’ Lontara, dan Marika Batik. Dukungan dari Aurana Rent, mitra tata rias, videografi, serta berbagai pihak lainnya juga menjadi bagian dari perjalanan tersebut.
Ia turut mengapresiasi dukungan Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, Ketua APINDO Sulawesi Selatan, Staf Ahli Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal Kementerian Keuangan RI, Wali Kota Jakarta Timur, Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, serta pihak-pihak lain yang mendukung kiprahnya.

















































